Tahun Ketiga KKN IAIN di Meranti, 332 Mahasiswi dan 118 Mahasiswa Diterjunkan

Buser24jam . Meranti  – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menerima silaturahmi sekaligus permohonan izin pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 dari IAIN Datuk Laksemana Bengkalis di kediamannya, Minggu (12/7/2026).

Pertemuan itu turut dihadiri Asisten I Setda, Kadis Kominfo, Kadishub, Kasatpol PP, Kabag Prokopim, serta jajaran pembina dan dosen pendamping IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.

450 Mahasiswa Turun di 5 Kecamatan. 
Ketua LPPM IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Wira Sugiarto, S.IP.,M.Pd.I., menyampaikan tahun 2026 merupakan tahun ketiga kampusnya menempatkan mahasiswa KKN di Kepulauan Meranti.

“Total ada 450 mahasiswa yang diterjunkan selama 40 hari di lima kecamatan. Terdiri dari 118 mahasiswa laki-laki dan 332 mahasiswa perempuan,” ujar Wira.

Rinciannya:  
Kecamatan Rangsang Pesisir : 135 mahasiswa – 34 laki-laki, 101 perempuan  
*Kecamatan Rangsang*: 101 mahasiswa – 25 laki-laki, 76 perempuan  
*Kecamatan Tebing Tinggi Timur*: 81 mahasiswa – 21 laki-laki, 60 perempuan  
Untuk Merbau dan Pulau Merbau, mahasiswa sudah langsung menuju lokasi masing-masing.

Pihak kampus juga memohon dukungan Pemkab terkait bantuan transportasi mahasiswa dan barang menuju lokasi KKN, serta pengangkutan kembali setelah program selesai.

Bupati Instruksikan Camat Dampingi Mahasiswa. 
Bupati Asmar menyatakan Pemkab siap mendukung agar KKN berjalan lancar. Ia meminta Dinas Perhubungan bersama camat membantu kebutuhan transportasi mahasiswa ke lokasi penempatan.

Selain itu, Asmar menginstruksikan seluruh camat agar memberikan pendampingan penuh selama KKN berlangsung.

“Saya minta para camat membantu pembina dan mahasiswa agar seluruh kegiatan berjalan lancar. Pantau kondisi mereka dengan baik. Jika ada yang perlu diingatkan, silakan ditegur dengan cara yang baik demi menjaga nama baik kampus maupun daerah,” tegasnya.

Keamanan dan Kesehatan Jadi Prioritas.  
Bupati juga menekankan aspek keamanan dan kesehatan mahasiswa. Ia meminta aparat kecamatan, puskesmas, TNI, dan Polri aktif memantau lokasi tempat tinggal mahasiswa serta memberi pelayanan kesehatan cepat jika diperlukan.

“Kalau ada mahasiswa yang sakit atau membutuhkan bantuan, segera ditangani. Koordinasikan dengan puskesmas dan pemerintah kecamatan. Keselamatan dan kesehatan mereka harus menjadi prioritas,” katanya.

Asmar berharap mahasiswa memanfaatkan KKN untuk memberi kontribusi nyata melalui kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan desa. Mulai dari gotong royong, membantu belajar mengajar di sekolah, edukasi masyarakat, hingga program pembangunan desa.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sekaligus mengabdi. Bangun komunikasi yang baik dengan warga, ikut bergotong royong, dan berikan kontribusi positif,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan penempatan mahasiswa di desa agar tetap memperhatikan ketentuan dan etika, termasuk pemisahan tempat tinggal antara mahasiswa laki-laki dan perempuan…(zamri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *