![]()
PANGKALPINANG, http://Buser24jam.com- Aktivitas pemuatan satu unit tongkang curah kering cangkang sawit di Pelabuhan Multipurpose Pangkalbalam terpantau berhenti pada jam kerja,15.00 wib Rabu 22/4/2026. Padahal cuaca cerah dan aktivitas pelabuhan lainnya berjalan normal.
Pantauan di lapangan menunjukkan muatan lebih banyak tertumpuk di bagian buritan tongkang, sementara bagian depan relatif kosong. Kondisi ini membuat haluan tongkang terangkat ke atas. Akibatnya, kemiringan ram door menjadi lebih curam dan truk tidak bisa melintas masuk ke tongkang.
Seorang pekerja di lokasi menyebut kegiatan dihentikan karena air laut pasang.
“Stop aktivitas karena air laut lagi pasang. Tongkangnya jadi tinggi, jadi truk tidak bisa naik saat melintasi ram door yang tinggi dan menanjak.
Kami nunggu komando dari pengurus. Katanya nanti malam pukul 20.00 WIB hingga subuh saat air mulai surut baru kerja lagi,” ujarnya.26/6/2026
Pihak keagenan pelayaran Tb/Bg .Seakawarti-2715 saat dikonfirmasi juga menyatakan hal senada: “Air laut lagi pasang”.
Menanggapi hal tersebut, Firdaus, praktisi pelayaran dan bongkar muat, menjelaskan penyebab utama bukan semata air pasang, tapi coba perhatikan
“Lihat datanya. Draf buritan 2,5 meter, draf depan 1,7 meter. Muatan banyak di buritan, sementara bagian haluan muatan sedikit. Tentu tongkang tidak seimbang, haluan menjadi naik. Imbasnya ram door jadi naik dan curam,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi ini sebenarnya bisa diatasi dengan teknis muat yang tepat.
“Yang belum dipahami bagian pengurus muatan adalah: kemiringan ram door bisa disesuaikan. Caranya dengan menambah bantalan/alas pada ram door sehingga kondisinya lebih landai. Dengan begitu truk tetap bisa melintas masuk ke tongkang, baik saat pasang maupun surut,” katanya.
Ia mempertanyakan alasan penghentian hanya karena faktor pasang surut. “Sekarang alasannya air pasang tidak bisa kerja. Kalau nanti air surut, apa lagi alasannya?” ujarnya.
Firdaus menambahkan, jika bongkar muat hanya menunggu pasang surut tanpa penyesuaian teknis, hal ini berpotensi menimbulkan pemborosan waktu kerja. Dampaknya, operasional pelabuhan terhambat hingga memicu demurrage dan Delay. Padahal prinsip kerja pelabuhan adalah percepatan waktu.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya menghubungi PT Pelindo selaku pengelola Pelabuhan dan KSOP Kelas IV Pangkalbalam untuk klarifikasi terkait prosedur pemuatan saat kondisi pasang surut hingga terjadinya penundaan waktu.(red)
