PANGKALPINANG, BUSER24JAM – Kelanjutan karut-marut pengalihan operasional armada ASDP KMP Menumbing ke Pelabuhan Pangkalbalam pasca-amblasnya jembatan Movable Bridge (MB) Sadai kian memasuki fase kritis. Tidak hanya dihantam isu ketidakadilan akibat dugaan sistem “anak emas” muatan Avtur Pertamina, puluhan sopir angkutan logistik jalan raya yang hendak menyeberang ke Pulau Belitung kini mengaku mengalami kebutaan informasi total dan mendesak kepastian tarif serta jadwal resmi pelayaran.
Berdasarkan pantauan lanjutan Tim media buser24jam, situasi di lapangan terpantau kondusif walaupun minimnya ruang koordinasi dan keterbukaan informasi public
Edho, yang bertindak sebagai perwakilan para sopir angkutan logistik lintas pulau, membeberkan fakta mencengangkan mengenai kacaunya manajemen darurat darat dan laut pasca-bencana amblasnya infrastruktur Sadai Menurutnya, para sopir seperti dilempar ke ruang gelap tanpa tahu harus melapor ke mana “Kami di sini seperti dibikin buta arah Kami mau menyeberang mengantarkan barang pangan rakyat ke Belitung, tetapi di Pelabuhan Pangkalbalam ini kami tidak tahu di mana kantor informasinya.
Melihat kebuntuan ini, para sopir mendesak melalui ruang informasi media public terkait untuk segera mendirikan wadah penyampaian aspirasi dan posko informasi resmi terpadu di area Pelabuhan Pangkalbalam.
Selain kebutaan jadwal operasional KMP Menumbing, tuntutan paling mendasar yang disuarakan para sopir adalah kepastian ketetapan tarif darurat. Perubahan rute pelayaran dari jalur selatan (Sadai–Tanjung Ru) ke jalur tengah (Pangkalbalam–Tanjung Ru) secara otomatis mengubah estimasi biaya perjalanan Namun, hingga pelayaran ketiga berlalu, belum ada keputusan hitam di atas putih yang dikeluarkan ASDP maupun pemerintah Provinsi mengenai struktur tarif kendaraan logistic.
“Kami ini pekerja lapangan yang butuh hitung-hitungan ongkos jalan yang pasti Kalau tarif daruratnya saja tidak transparan dan jadwal kapalnya acak-acakan, operasional kami membengkak dan barang pangan yang kami bawa terancam busuk di pelabuhan Kami desak segera keluarkan ketetapan tarif resmi!” tegas perwakilan sopir lainnya.( red)


















Komentar