Tingkatkan Keterampilan K3 Pelindo Pangkalbalam Gelar Pelatihan Emergency Bersama Kapolsekwas, dan Damkar Kota Pangkalpinang

Loading

PANGKALPINANG, Buser24jam – Dalam rangka meningkatkan keterampilan penanggulangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan lingkungan, PT Pelindo Regional 2 Pangkalbalam menggelar pelatihan emergency penanggulangan kebakaran di area pelabuhan, Jumat (02/10/2026).

Kegiatan ini melibatkan unsur (Polsekwas) Polres Pangkalpinang, serta Dinas Kebersihan dan Kebakaran (Damkar) Kota Pangkalpinang sebagai instruktur.

Pantauan Buser24jam di lapangan, simulasi dilakukan dengan skenario kebakaran terbuka di lapangan pelabuhan. Petugas Pelindo yang mengenakan APD lengkap warna oranye terlihat sigap menyemprotkan air menggunakan selang pemadam dengan tekanan tinggi. Asap tebal mengepul, personel gabungan memadamkan api.

General Manager (GM) Pelindo Pangkalbalam menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk pelatihan emergency menggunakan armada Damkar.

“Ini merupakan bentuk pelatihan emergency menggunakan Damkar. Tujuannya untuk meningkatkan skill dan kesiapsiagaan seluruh personil di lingkungan pelabuhan dalam menghadapi potensi bahaya kebakaran dan keadaan darurat K3 lainnya,” ujar GM Pelindo.

Ia menambahkan, pelabuhan adalah objek vital yang memiliki risiko tinggi, baik risiko kebakaran dari aktivitas bongkar muat, maupun risiko lingkungan. Sehingga kolaborasi dengan KSOP sebagai regulator dan Dinas Damkar Kota sebagai ahli penanggulangan kebakaran sangat diperlukan.

Sementara itu,  Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (Kapolsekwas) Pangkalbalam  AKP Harry Frizko, S.H. hadir memantau kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah Pelindo.

Menurutnya, sinergi ini sejalan dengan komitmen HUT ke-5 PT Pelindo (Persero) yang mengusung profesionalisme dan keselamatan.

“Keselamatan pelayaran dan keselamatan kerja di pelabuhan adalah prioritas utama kami. Pelatihan seperti ini wajib rutin dilakukan,”

Diharapkan dengan adanya pelatihan gabungan ini, seluruh stakeholder di Pelabuhan Pangkalbalam semakin tanggap, terlatih dan mampu meminimalisir risiko kecelakaan kerja dan pencemaran lingkungan.ujar Frizko.(fr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *