![]()
BUKITTINGGI Buser24jam.com — Semangat melestarikan seni dan budaya Minangkabau terus ditanamkan kepada generasi muda Kota Bukittinggi. Salah satunya diwujudkan melalui Festival Tambua IV Tahun 2026 yang digelar SD Negeri 09 Manggis Ganting dengan mengusung tema “Mari Lestarikan Budaya, Tampilkan Kreasi dan Raih Prestasi.”
Festival seni dan budaya tersebut berlangsung meriah di halaman SD Negeri 09 Manggis Ganting, Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Kota Bukittinggi, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Veronica, perwakilan LPM Kelurahan Manggis Ganting Fakhri, Adella Yussiane dari Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi, ninik mamak, para peserta, orang tua, serta masyarakat.
Kepala SD Negeri 09 Manggis Ganting, Januardi,S.Pd, mengatakan Festival Tambua tahun ini diikuti sembilan Sekolah Dasar (SD) se-Kota Bukittinggi. Sebanyak 90 siswa terlibat sebagai pemain tambua dalam kegiatan tersebut.

“Festival ini diikuti oleh sembilan Sekolah Dasar se-Kota Bukittinggi, dengan jumlah peserta sebanyak 90 orang siswa pemain tambua,” ujar Januardi kepada media.
Festival Tambua IV secara resmi dibuka oleh Veronica, perwakilan Kecamatan Mandiangin Koto Selayan yang hadir mewakili Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.
Menurut Januardi, Festival Tambua bukan sekadar ajang untuk menampilkan kemampuan seni para siswa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya nyata untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya Minangkabau sejak usia dini.
“Festival seni dan budaya Tambua ini merupakan agenda tahunan yang kita selenggarakan. Tahun ini merupakan tahun keempat pelaksanaannya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sengaja dirancang sebagai wadah bagi para siswa untuk mengenal, mencintai, sekaligus mengembangkan seni budaya daerah.
“Tujuannya adalah melestarikan budaya Minangkabau, agar para siswa mencintai seni dan budayanya sendiri, dengan tetap berpegang teguh pada filsafat Minangkabau, ‘Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah’,” imbuh Januardi.
Ruang Kreasi dan Prestasi Generasi Muda
Antusiasme peserta terlihat dari penampilan masing-masing kelompok tambua yang membawa kreativitas, kekompakan, dan semangat dari sekolah mereka.
Tidak hanya menjadi ruang bagi siswa untuk berekspresi, Festival Tambua IV juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarsekolah, membangun rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan pelajar.
Januardi berharap Festival Tambua dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkembang dari tahun ke tahun, sehingga semakin banyak sekolah yang ikut mengambil bagian.
“Harapan kita, kegiatan ini terus berlanjut dan semakin banyak sekolah yang ikut berpartisipasi. Dengan demikian, seni budaya Minangkabau tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.
Pemko Apresiasi Pelestarian Budaya
Sementara itu, perwakilan Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Veronica, menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Bukittinggi terhadap pelaksanaan Festival Tambua IV tersebut.
“Kita dari Pemerintah Kota Bukittinggi sangat mengapresiasi terselenggaranya acara ini, karena ini sangat bermanfaat bagi generasi muda dalam mempertahankan dan melestarikan seni budaya Minangkabau,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan oleh lebih banyak sekolah dasar di Kota Bukittinggi, sehingga upaya pelestarian seni dan budaya Minangkabau semakin luas.
“Untuk meningkatkan nilai budaya, kita juga berharap ke depannya seluruh sekolah dasar yang ada di Kota Bukittinggi bisa melaksanakan acara seperti ini, dan tidak hanya di SD Negeri 09 ini saja,” harapnya.
Apresiasi senada disampaikan Delia Yusianis dari Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi. Menurutnya, penguatan sarana dan prasarana di sekolah menjadi salah satu hal penting untuk mendukung keberlanjutan kegiatan seni budaya.
“Dengan penguatan sarana dan prasarana.
























Komentar