Pangkalpinang-Buser24jam. Satuan Polairud Polresta Pangkalpinang AKP Irwan Haryadi S.H respon cepat menindaklanjuti pemberitaan media dugaan pungli dan premanisme di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muara Sungai Baturusa Pangkalpinang terhadap keluhan Nelayan PPP Muara Sungai Baturusa Diduga Ada Aksi Pungli, Perintah langsung Kasat kepada anggotanya turun ke lapangan. Langkah diambil melakukan pendekatan humanis dan pengumpulan informasi kepada nelayan.
Seizin Kasat Polairud AKP Irwan Haryadi S.H “Kami merespon cepat. Sesuai perintah Kasat Polairud, untuk melakukan pendekatan kepada nelayan dan mengumpulkan informasi tambahan terkait kebenaran di lapangan,” ujar salah satu anggota Tim Penyidik Sat Polairud, Briptu Rizki, Selasa 14/7/2026.
Polairud Bangun Kepercayaan Nelayan Dalam aksinya, agar nelayan merasa aman dan tidak takut memberikan keterangan. “Kami bersama melakukan dialog dari kapal ke kapal. Kami membuka ruang kepada seluruh nelayan untuk menyampaikan aspirasi dan keluh kesah mereka kepada kami. Pendekatan persuasif yang kami terapkan membuat nelayan merasa aman dan berani melapor kapan saja tanpa rasa takut.” jelas Briptu Rizki.
Pendekatan ini dilakukan menyusul keluhan nelayan yang mengaku setiap sandar dan bongkar muat wajib menyerahkan 1 keranjang ikan seberat berkisar 50-80 kg kepada kelompok “wajah baru” di dermaga P3.
Satpolairud tidak akan main-main jika ditemukan unsur pelanggaran.”Jika dari hasil penyelidikan ditemukan adanya unsur penyimpangan, penyalahgunaan wewenang, hingga unsur kesengajaan dengan cara tidak benar yang merugikan korban, maka tentunya ada aturan hukum yang akan kami tegakkan,” tegasnya.(Red)
























Komentar