Simalungun buser24jam.com
Kisah keteguhan hati dari seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, menjadi perhatian publik dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kecamatan Bandar Masilam, Senin (17/8/2026).
Devira Oktavia, salah seorang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Kecamatan Bandar Masilam. Di balik penampilannya yang tegap dan penuh disiplin saat menjalankan tugas, tersimpan duka mendalam yang harus ia tahan seorang diri.
Ayah Devira, Yusrizal, meninggal dunia pada Minggu sore, 16 Agustus 2026. Kabar duka tersebut tentu menjadi pukulan berat bagi Devira dan keluarga,
namun, di tengah rasa kehilangan yang begitu dalam, Devira memilih tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai anggota Paskibra pada upacara peringatan HUT RI ke-81 Kecamatan Bandar Masilam.
Usai melaksanakan tugasnya, Devira kembali kerumah untuk mengikuti prosesi pemakaman sang ayah tercinta.
Keteguhan Devira tersebut mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Camat Bandar Masilam ibu Ida Royani Damanik, S.Pd.,M.AP dan menjadi gambaran nyata bagaimana seorang pelajar mampu mengedepankan tanggung jawab di tengah ujian kehidupan yang sangat berat.

Saat dikonfirmasi awak media seusai upacara, Ida Royani Damanik menyampaikan rasa bangga sekaligus turut berduka atas kepergian orang tua Devira.
Menurutnya, apa yang dilakukan Devira merupakan bentuk kedisiplinan dan tanggung jawab yang patut diapresiasi. Meski sedang berduka, Devira tetap berusaha menuntaskan amanah yang telah diberikan kepadanya sebagai anggota Paskibra,
“Semoga Devira dan keluarga diberikan ketabahan serta kekuatan. Apa yang dilakukan Devira merupakan sikap yang sangat luar biasa. Di tengah suasana berduka, ia masih mampu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab,” ujar Ida Royani Damanik.
Sementara itu di tempat yang sama, Amat Amin, salah seorang tenaga pendidik MTs Negeri 1 Bandar Masilam yang merupakan guru Devira Oktavia, mengaku sangat memahami bagaimana sosok Devira dalam kesehariannya sebagai seorang pelajar.
Menurut Amat Amin, Devira merupakan siswi yang memiliki rasa tanggung jawab dan semangat yang tinggi, beliau juga merasa terharu melihat keteguhan Devira dalam menjalankan tugas Paskibra meskipun sedang menghadapi musibah kehilangan orang tua.
“Kami sebagai guru tentu sangat berduka atas meninggalnya orang tua Devira. Di sisi lain, kami juga merasa bangga melihat ketegaran dan tanggung jawabnya. Tidak mudah bagi seorang anak seusianya untuk tetap menjalankan tugas ketika sedang menghadapi kehilangan orang yang sangat dicintai
“Semoga Devira diberikan kekuatan, ketabahan dan semangat. Jangan sampai kehilangan ini membuatnya patah semangat dalam belajar dan meraih cita-cita. Kami para guru akan terus memberikan dukungan dan motivasi,” harapnya.
Hal menarik lainnya, seluruh anggota Paskibra yang bertugas dalam upacara peringatan HUT RI ke-81 tingkat Kecamatan Bandar Masilam tahun 2026 merupakan siswa-siswi MTs Negeri 1 Bandar Masilam.
Keberhasilan para pelajar tersebut dalam menjalankan tugas pengibaran bendera menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah, para guru, orang tua, maupun masyarakat Kecamatan Bandar Masilam.
Kisah Devira pun memberikan warna tersendiri pada peringatan kemerdekaan tahun ini.
Di saat masyarakat merayakan HUT RI dengan penuh sukacita, seorang pelajar justru harus berjuang menahan kesedihan akibat kehilangan ayah tercinta,
namun, Devira tetap menunjukkan bahwa tanggung jawab, disiplin dan keteguhan hati dapat tetap berdiri bahkan ketika seseorang sedang berada dalam titik paling berat dalam hidupnya.
Tugas telah ia tuntaskan,
Sang Merah Putih telah ia hormati.
Dan setelah itu, ia kembali kepada keluarganya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada ayah tercintanya yang merupakan
sebuahkisah sederhana dari Bandar Masilam, tetapi menyimpan makna besar tentang pengorbanan, tanggung jawab dan ketegaran seorang anak.
(Redaksi)


















Komentar