oleh

Pintu Gerbang Ekonomi Pelabuhan Perikanan Sungai Baturusa Sudah Terbuka, Ironinya Fasilitas Utama Dermaga Terbaikan

PANGKALPINANG, BUSER24JAM – Setelah pemberitaan terkait kerusakan Dermaga Pelabuhan Perikanan Pantai Sungai Baturusa naik ke publik, sorotan kini mengarah pada fasilitas serta suasana disertai tata kelola di lingkungan pelabuhan yang berada di muara Pelabuhan Pangkalbalam tersebut.

Ketua Forum Aspirasi Nelayan Pesisir, Firdaus mengomentari Pelabuhan Perikanan Sungai Baturusa yang masuk wilayah administratif Kota Pangkalpinang ini merupakan penopang utama perekonomian ratusan keluarga nelayan maupun pedagang. Setiap harinya, denyut ekonomi masyarakat sangat bergantung pada aktivitas di kawasan ini.

Aktivitas di pelabuhan tidak hanya bertumpu pada kapal motor nelayan yang setiap hari melakukan bongkar muat hasil tangkapan laut. Fasilitas pelabuhan ini juga terintegrasi dengan beberapa unit usaha, diantaranya

1. Kantor Instansi Vertikal KKP : Di kawasan pelabuhan ini bahkan berdiri tegak kantor instansi vertikal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

2. SPBN Nelayan : Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan dikelola oleh pihak ketiga, di bawah pengawasan Pemerintah Kota Pangkalpinang. SPBN ini menjadi urat nadi operasional ratusan kapal nelayan setiap hari.

3. TPI & Gedung Konstruksi : Sementara itu, pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan berikut gedung-gedung konstruksi lainnya berada di bawah kewenangan Dinas Kelautan dan Perikanan / DKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

4. Ruko & Bengkel : Deretan bengkel dan pertokoan atau ruko juga berjejer di kawasan tersebut, menandakan geliat ekonomi masyarakat sudah berjalan.

Namun di balik geliat ekonomi itu, terdapat ironi. Ketersediaan fasilitas utama dari kata “pelabuhan” itu sendiri belum tercapai. Dermaga rusak, kolam pendangkalan, dan bangkai kapal masih menjadi pemandangan sehari-hari.

Kondisi ini menunjukkan roda ekonomi sudah berputar, tapi “jantungnya” yaitu dermaga yang aman untuk sandar belum dipenuhi. Publik kini menunggu langkah konkret dari KKP, DKP Prov. Babel, dan Pemkot Pangkalpinang untuk melakukan perbaikan, ujar nya.(Fr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed