![]()
PANGKALPINANG– Buser24jam.
Kondisi Pelabuhan Perikanan Pantai Sungai Baturusa ( PPP) yang terletak di muara Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, kian memprihatinkan. Tumpukan bangkai kapal nelayan di pinggiran kolam labuh, ditambah endapan lumpur dan sampah, membuat area tambat labuh semakin kotor dan tidak layak.
Padahal, secara fasilitas dasar pelabuhan ini sudah ada. Namun hingga kini belum terlihat adanya perawatan yang serius, khususnya pada bagian dermaga dan kolam pelabuhan yang kedalamannya semakin dangkal dari hari ke hari.
“Fasilitasnya ada, tapi yang mengelola dan merawatnya siapa? Sejak dulu sampai sekarang tidak ada perbaikan,” ujar salah seorang nelayan.
Akibat pendangkalan tersebut, nelayan hanya bisa melakukan kegiatan bongkar muat hasil tangkapan saat air pasang. Setelah proses bongkar selesai, kapal motor nelayan kemudian digeser ke titik yang dianggap tidak mengganggu aktivitas kapal lainnya.

Di tengah kondisi itu, para nelayan yang sebagian besar tinggal di atas kapal motor miliknya, memilih pasrah.
“Kami ini hanya bisa berharap pelabuhan di sini dirawat. Mau dikomentari bagaimana lagi, ya keadaannya memang seperti ini. Ada lumpur, bangkai kapal, kolamnya dangkal, tapi kami hanya diam,” kata nelayan lainnya, serasa tidak neko neko, dapat fasilitas labuh disini aja sudah lumayan, ujar EM 29/6/2026.
Meski demikian, aktivitas bongkar muat hasil melaut masih bisa dilakukan. Namun yang menjadi kekhawatiran utama nelayan saat ini bukan lagi fasilitas pelabuhan, melainkan ketersediaan dan harga BBM untuk kebutuhan mesin kapal motor mereka sementara aturan terkini mewajibkan nelayan memiliki dokumen legalitas dan terdaftar dalam sistem pemerintah untuk mendapatkan BBM bersubsidi.(Rs)
