PANGKALPINANG- BUSER24JAM. Pengunjung saat hendak mengantar ikan Ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (P3) sungai Baturusa Pangkalpinang, dimintai tanggapan mengenai Dermaga dan Kolam areal P3
Andi Saputra menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi Pelabuhan Perikanan Pantai (P3) Sungai Baturusa yang saat ini dalam keadaan memprihatinkan.
Diteruskannya. Bahwa dilihat dari ketersediaan dermaga sepanjang 100 meter namun kondisi dermaga tersebut sangat memprihatinkan.
“Bibir dermaga tidak memiliki fender pelindung. Tiang lampu penerangan terpasang tetapi tidak pernah menyala. Pada malam hari aktivitas bongkar muat hanya mengandalkan lampu dari kapal nelayan,” ujar bapak Tua memasuki usia 68 Tahun masih tampak bekerja mengurus hasil tangkapan pekerja nelayan dari laut.
Lebih lanjut, saat air surut kolam pelabuhan dipenuhi lumpur dan bangkai kapal. Hal ini jelas membahayakan keselamatan kapal nelayan.
“Kami kecewa kepada KKP. Aturan ditegakkan, tetapi kondisi sarana dan prasarana tidak memadai, bukankah yang harusnya diutamakan adalah keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan nelayan,” tegasnya.
P3 Baturusa adalah urat nadi bagi lebih dari 1000 nelayan di Kota Pangkalpinang. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan berdampak langsung pada penurunan hasil tangkap dan kesejahteraan nelayan. Tuturnya.12/7/2026
Terpisah waktu sebelumnnya HNSI DPC Kota Pangkalpinang mendesak:
1. KKP melalui UPT P3 Baturusa segera melakukan pembenahan, perawatan pendalaman kolam dan perbaikan dermaga.
2. Pemprov Babel dan Pemkot Pangkalpinang duduk bersama menyelesaikan tumpang tindih pengelolaan.
3. Pemasangan fender dan perbaikan sistem penerangan dilakukan secepatnya.
“Kami akan terus mengawal. Ini bukan protes, ini adalah tuntutan moral demi masa depan nelayan,” ucapan tersebut disampaikan oleh Ketua harian Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia DPC kota Pangkalpinang. Asnam Basuri. (red)























Komentar