Hutan Mangrove Pesisir Laut Tanjung Sawah Rusak, Padahal Fungsinya Sebagai Pelindung Abrasi

MENTOK, BANGKA BARAT – Kerusakan lingkungan kembali terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Bangka Barat. Hutan mangrove yang berada di kawasan daratan Kampung Sawah, Kecamatan Mentok, saat ini mengalami kerusakan akibat aktivitas penggalian pasir timah oleh segelintir oknum masyarakat.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pohon bakau mulai mengering dan mati. Padahal kawasan hutan mangrove selama ini berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi pantai dan tempat hidup biota laut.

Berdasarkan pengakuan warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, mereka mengeluhkan kondisi tersebut. “Dulu rindang, sekarang banyak yang digali. Kami takut abrasi,” ujar salah satu warga.1 Sept 2026

Ironisnya, aktivitas ini diduga sudah berlangsung cukup lama namun belum ada tindakan tegas dari pihak terkait.

Alasan ekonomi menjadi dalih sebagian warga untuk bertahan hidup. Namun di sisi lain, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan justru mengancam keberlangsungan hidup masyarakat pesisir itu sendiri dalam jangka panjang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait di Kabupaten Bangka Barat terkait langkah penanganan di lokasi tersebut.

Forum Aspirasi Nelayan Pesisir mendesak pemerintah daerah dan PT Timah selaku pemegang IUP di wilayah tersebut untuk segera turun tangan. Penegakan hukum dan edukasi kepada masyarakat dinilai mendesak agar kerusakan tidak meluas.

“Jangan sampai anak cucu kita hanya bisa melihat mangrove di buku. Laut butuh mangrove, nelayan butuh pantai yang aman,” (Tim Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *