![]()
PANGKALPINANG, BUSER24JAM – Praktik pengerit Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kota Pangkalpinang akhirnya mendapat hantaman keras. Langkah berani diambil langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang turun gunung memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Pangkalpinang dan sekitarnya pada Selasa (29/10/2026) lalu.
Didampingi langsung oleh Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol. Indra Wijatmiko, aksi bersih-bersih ini berhasil membongkar anomali masif yang selama ini menjadi penyebab utama antrean mengular dan kelangkaan BBM yang dikeluhkan masyarakat umum.
Berdasarkan data yang dihimpun tim redaksi BUSER24JAM, dari hasil penyisiran di tujuh SPBU strategis (termasuk SPBU Selindung, Pangkalbalam, Ahmad Yani, Kampung Keramat, Jalan Sungai Selan, dan Kampung Dul), Pj Gubernur memastikan bahwa pasokan dan kuota BBM dari Pertamina sebenarnya sangat mencukupi untuk kebutuhan.
Namun, fakta mencengangkan dibeberkan oleh Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol. Indra Wijatmiko. Pihak kepolisian mengendus adanya kebocoran luar biasa, di mana sekitar 30ton BBM bersubsidi (khususnya Pertalite dan Solar) diduga kuat menguap setiap harinya di Pangkalpinang untuk dilarikan ke pasar ilegal eceran dan unit-unit Pertamini.
“Stok di SPBU itu melimpah, tetapi cepat habis karena ada permainan pengerit. Kami mencatat ada kebocoran sekitar 30 ton per hari di kota ini. Saat kita datang sidak, antrean mendadak sepi karena para pengerit ini tiarap dan kucing-kucingan dengan petugas,” tegas Kombes Pol. Indra Wijatmiko kepada awak media.(Rd)






















Komentar