![]()
Buser24jam.com
Muara Enim, 12 April 2026 – Penderitaan masyarakat Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim, tak berkesudahan. Tidak hanya satu titik, namun seluruh akses jalan yang menghubungkan wilayah mereka hancur lebur dan memprihatinkan, akibat ulah kendaraan berat yang dibiarkan melintas seenaknya.
Kondisi memilukan ini disuarakan langsung oleh warga melalui surat terbuka dan keluhan di media sosial yang ditujukan kepada Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru. Warga mengibaratkan jalan provinsi sepanjang kurang lebih 9 kilometer yang menghubungkan Desa Pulau Kabal (Ogan Ilir) menuju Muara Belida ini kondisinya sangat menyedihkan, bahkan diibaratkan seperti “kubangan kerbau” penuh lumpur dan lubang raksasa.
SEMUA RUAS HANCUR! TERMASUK TEMBAKANG KE PULAU KABAL
Yang paling memprihatinkan lagi, kerusakan parah juga terjadi di ruas jalan dari arah Tembakang menuju Pulau Kabal. Jalan yang seharusnya menjadi penghubung antar wilayah ini kondisinya sudah tidak bisa disebut jalan lagi.
“Kemaluan jalan kecamatan tidak sesuai! Kenapa prosesnya lambat sekali? Jalan ini penghubung dengan wilayah lain, tapi hancur begini. Tidak layak disebut jalan!” seru warga berinisial PEN dengan nada kecewa.
Disebutkan, kondisi jalan ini sudah sangat menyedihkan. Baru-baru ini bahkan ada mobil tronton yang nyangkut dan tidak bisa lewat, hanya motor yang bisa melintas. Padahal, jalan ini sangat vital, apalagi baru-baru ini banyak warga yang harus mengurus acara pernikahan dan kepentingan lainnya.
DIMANA KEDUDUKAN DPR? WARGA TANYA KEPADA PEMBANTU RAKYAT
Masyarakat juga mempertanyakan keberadaan dan fungsi para wakil rakyat. Mereka heran, DPRD dapil Tuboh baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi seolah-olah tidak melihat atau pura-pura tidak tahu kondisi jalan yang rusak parah ini.
“Kemana DPRD yang ada di sini? Apakah mereka tidak tahu jalan ini bonyok dan hancur? Mereka yang duduk di kursi empok, jangan sampai tidak tahu penderitaan rakyat di bawah. Kami butuh tindakan nyata, bukan cuma janji saat kampanye!” tegas warga.
TRUK SAWIT PT IAL JADI BIANG KEROK
Tidak hanya ruas Pulau Kabal, kerusakan parah juga terjadi di ruas jalan dari arah KTM Rambutan menuju Kecamatan Muara Belida. Kedua jalur ini menjadi urat nadi utama warga 8 desa, namun kondisinya sudah bertahun-tahun tidak tersentuh pembangunan, padahal jalan ini digadang-gadang menjadi kewenangan dan aset Jalan Provinsi.
Yang paling menyakitkan, akses jalan menuju objek wisata unggulan Kebun Raya Sumsel pun ikut hancur dan terisolasi. Padahal seharusnya jalan ini menjadi perhatian khusus demi mendukung pariwisata dan ekonomi rakyat.
Warga dengan tegas menuding bahwa kerusakan masif ini disebabkan oleh lalu lintas kendaraan overloading (bertonase berat) pengangkut Tandan Buah Sawit (TBS) milik PT Indralaya Agro Lestari (IAL).
Truk-truk raksasa ini setiap hari melintas menghancurkan aspal, sementara perbaikan jalan tak kunjung datang. Warga merasa dipermainkan, setiap Musrenbang Kabupaten jalan ini selalu diusulkan agar jadi prioritas, namun realisasinya nol besar.
“UANG PAJAK RAKYAT, BUKAN UNTUK KAYA PERUSAHAAN!”
Dalam suratnya, warga melontarkan protes keras.
“Jalan negara ini dibangun dan dirawat dari uang pajak seluruh rakyat Indonesia, bukan untuk kepentingan pribadi atau perusahaan tertentu! Kalau mau cari untung, jangan mengorbankan hak bersama masyarakat. Jalan ini milik kita semua, bukan milik perusahaan sawit!” bunyi seruan pedih warga.
Mereka menuntut agar tahun 2026 ini jalan tersebut menjadi Prioritas Utama (PR) untuk segera dilakukan pengecoran ulang. Selain itu, warga meminta tegas agar truk-tonase berat dilarang keras melintas di jalan ini demi menyelamatkan fasilitas umum.
SERUAN TERAKHIR BUAT GUBERNUR DERU
Masyarakat berharap Bapak Gubernur Herman Deru tidak menutup mata dan telinga. Jangan biarkan jalan provinsi ini hancur demi keuntungan segelintir pihak, sementara rakyat kecil yang menanggung beban derita setiap hari.
“Kami butuh keadilan! Kami butuh jalan yang layak! Bapak Gubernur, tolong lihat kondisi kami, tolong dengar seruan hati kami ini!” pungkas warga.
Dilaporkan oleh:
Juanda
Editor Redaksi Buser24jam.com
