![]()
PANGKALPINANG,BUSER24JAM.COM -Senin, 02 November 2026
Misteri double barcode BBM subsidi di SPBU 2333111 Pasir Garam, Pangkalpinang, Dugaan sebelumnya mengarah kepada oknum SPBU, namun setelah mendapat keterangan dari operator SPBU kini sorotan tajam mengarah kepada oknum operator pembuat barcode MyPertamina.
Hal ini terungkap sebelumnnya Rendi mengaku barcode MyPertamina miliknya telah digunakan oleh pihak lain di SPBU 2333111 pada tanggal 31 Oktober 2026 pukul 15:49 WIB sebanyak 30 liter. Padahal ia menegaskan tidak pernah bertransaksi di SPBU tersebut pada hari itu
Menindaklanjuti hal tersebut, tim redaksi mendatangi langsung SPBU 2333111 Pasir Garam dan bertemu dengan Sdr. Angga selaku pengurus SPBU. Pihak SPBU bersikap kooperatif dan bersama tim redaksi melakukan pengecekan melalui rekaman CCTV sesuai waktu dan tanggal transaksi.
Hasilnya mengejutkan. Kendaraan yang melakukan transaksi menggunakan barcode milik Rendi tersebut sama persis jenis dan nomor polisinya dengan milik Rendi, yaitu Avanza BN 1684 AV. “Kalau punya Pak Rendi yang asli, kendaraan komplit memiliki lampu leting (lampu kabut) kanan-kiri berwarna kuning. Sedangkan yang tercopy pada rekaman CCTV di SPBU kami berwarna bening/putih,” ungkap Angga kepada tim redaksi.
Operator SPBU Angga menegaskan pihaknya tidak mungkin melakukan pengisian tanpa kesesuaian barcode dan nopol di sistem Pertamina. ini mengindikasikan adanya praktik double barcode atau kendaraan kembar dengan nopol yang sama
“Kami tidak semerta-merta berani untuk mengisi BBM tanpa ada petunjuk. Kami hanya mengisi BBM dengan ketentuan barcode yang ada dan sesuai dengan nopol yang terdaftar di sistem. Jika barcode dan nopolnya cocok, sistem akan mengizinkan,” jelas Angga.
Terpisah adanya bukti CCTV yang menampilkan dua kendaraan berbeda dengan nopol sama, kuat dugaan ada permainan dari oknum operator pembuat barcode MyPertamina yang menerbitkan barcode ganda untuk satu nopol.
Patut diduga ada kelalaian atau kesengajaan dari oknum tersebut dalam memverifikasi data kendaraan saat pendaftaran barcode, sehingga satu data barcode bisa bocor dan dipakai oleh kendaraan lain yang menggunakan plat duplikat.
Peristiwa ini menjadi atensi khusus di tengah gencarnya razia BBM subsidi yang dilakukan oleh Gubernur Babel Hidayat Arsani dan Kapolresta Pangkalpinang Kombes Indra Wijatmiko yang baru saja menyita 1.152 liter BBM subsidi ilegal.
Tim Redaksi Media Buser24jam.com akan membawa temuan perbedaan lampu leting kuning vs bening dan bukti transaksi double barcode ini sebagai laporan resmi kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel untuk dilakukan investigasi digital forensik dan audit terhadap operator penerbit barcode di wilayah Bangka Belitung. (Redaksi)























Komentar