![]()
PANGKALPINANG-BUSER24JAM
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan/KSOP Kelas IV Pangkal Balam menginisiasi rapat koordinasi guna mencari langkah alternatif kelancaran distribusi barang masuk dan keluar Pulau Bangka.
Rapat ini menindaklanjuti surat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 550/0534/DISHUB tanggal 11 September 2025 yang menyoroti peran Pelabuhan Belinyu sebagai jalur alternatif.
Rapat koordinasi dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 09.00 WIB di Ruang Rapat Kantor KSOP Kelas IV Pangkal Balam, Jl. Yos Sudarso Pangkalpinang. Agenda utama yang dibahas meliputi kegiatan kepelabuhanan, kelancaran proses bongkar muat kapal, serta distribusi sembako agar pasokan ke masyarakat tetap stabil dan harga terkendali.
Kepala KSOP Kelas IV Pangkal Balam, Syaiful Anwar, S.IP, M.M, melalui surat undangan Nomor UM.002/8/8/KSOP.PKBLM-2026 tanggal 15 Juni 2026, mengundang 11 pihak terkait. Para undangan terdiri dari Dinas Perhubungan Provinsi Babel, PT Pelindo Regional 2 Pangkal Balam, Wilker Belinyu KSOP, Asosiasi pelayaran INSA, ISAA, APBMI, TKBM, serta 4 perusahaan pelayaran swasta.
Langkah memaksimalkan Pelabuhan Belinyu dinilai krusial. Selama ini, Pelabuhan Pangkal Balam kerap menghadapi kepadatan arus barang. Dengan mengoptimalkan Belinyu, diharapkan distribusi barang, khususnya kebutuhan pokok, menjadi lebih cepat dan efisien sehingga menekan potensi kelangkaan serta lonjakan harga di pasaran.
Upaya kolaboratif antara KSOP Pangkal Balam, Pemprov Babel, Pelindo, dan para operator pelayaran ini menjadi sinyal positif. Jika terealisasi, masyarakat Bangka Belitung diharapkan dapat merasakan dampak langsung berupa kelancaran pasokan sembako dan stabilitas harga kebutuhan pokok ke depan. (Red)
