![]()
Banyuasin, Buser24jam.com – Warga di wilayah Kenten Laut, Talang Keramat, Sei Sedapat dan sekitarnya di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mengungkapkan rasa resah dan kemarahan akibat buruknya kualitas serta pelayanan air bersih dari PDAM Tirta Betuah. Perkara ini terjadi pada Minggu (22/2/2026).
Salah satu warga yang enggan menyebutkan nama mengaku, keluhan terkait air PDAM sudah berlangsung bertahun-tahun namun belum mendapatkan solusi yang jelas dari pihak terkait. “Justru dalam beberapa pekan terakhir, air yang mengalir ke rumah semakin keruh, bahkan berwarna hitam pekat dan berbau busuk. Padahal kami harus menunggu giliran hingga berminggu-minggu agar air bisa masuk ke rumah,” ucapnya sambil menekankan permintaan akan solusi yang konkret dari pemerintah.
Keluhan serupa juga datang dari warga Perumahan Griya Damai Indah, Polygon, Taman Sari I, dan Taman Sari II. Mereka menyatakan kondisi air tersebut telah mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari kebutuhan memasak hingga sanitasi.
“Airnya hitam dan baunya menyengat sekali. Kami bahkan tidak berani menggunakannya untuk mandi, apalagi untuk konsumsi. Selain itu, terkadang air juga tidak mengalir selama berhari-hari,” kata Adi Rambang, salah satu warga Griya Damai Indah, kepada wartawan pada Jumat (20/2/2026) lalu.
Menurut warga, masalah ini bukan baru muncul, namun kualitas air dinilai semakin memburuk belakangan ini. Akibatnya, sebagian warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air kemasan atau dari penjual air untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Mutadin, Ketua RT di Komplek Griya Damai Indah, menyampaikan bahwa keluhan telah berkali-kali disampaikan kepada pihak pengelola PDAM, namun hingga kini belum ada perbaikan yang signifikan. “Kami berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar janji kosong,” tegasnya.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan anggota DPRD Kabupaten Banyuasin segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Mereka meminta agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas air serta evaluasi komprehensif terhadap pelayanan PDAM Tirta Betuah.
“Kami adalah pelanggan yang rutin membayar iuran setiap bulan, namun yang kami terima adalah air yang jauh dari standar layak pakai,” jelas Rommel, warga lain yang bahkan telah merekam video kondisi air keruh dan berbau busuk yang keluar dari keran PDAM miliknya.
Secara khusus, warga mengajukan tiga permintaan utama kepada pihak berwenang, yaitu:
1. Penyediaan air bersih yang memenuhi standar kesehatan untuk kebutuhan sehari-hari.
2. Distribusi air yang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
3. Minimalnya pasokan air mengalir secara teratur selama lima hari sekali.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PDAM Tirta Betuah terkait penyebab terjadinya masalah kualitas air maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.
Kabupaten Banyuasin yang merupakan wilayah penyangga Kota Palembang dengan pertumbuhan permukiman yang cukup pesat, menjadikan ketersediaan air bersih sebagai kebutuhan mendesak seiring bertambahnya jumlah penduduk. Warga juga mengemukakan kekhawatiran mengingat Kabupaten Banyuasin masuk dalam kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan banyaknya perusahaan dan industri yang beroperasi, sehingga mereka mengajukan pertanyaan terkait penggunaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang seharusnya dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan publik, termasuk air bersih.
“Masyarakat sangat mengharapkan pemerintah segera mengambil langkah konkret agar pelayanan air bersih bisa kembali normal dan memenuhi standar kesehatan. Jika tidak ada perbaikan dalam waktu dekat, kami tidak menutup kemungkinan untuk melakukan aksi bersama sebagai bentuk protes,” pungkas salah satu perwakilan warga.red”
Editor: Buser24jam.com
