![]()
PANGKALPINANG, http://BUSER24JAM.COM – Selasa, 04 November 2026 Adanya bangkai kapal KM Lintas Armada Nusantara yang karam di alur Sungai Baturusa sejak 07 Juli 2024 lalu, sempat memicu kekhawatiran terhadap kelancaran arus logistik di Pulau Bangka. Posisi labuh kapal disebut-sebut terpaksa bergeser jauh ke ambang luar sejauh 3 hingga 6 mil karena area labuh dalam terhalang bangkai kapal.
Staf PT Pelindo,Cabang Pangkalbalam Yopie selaku staf teknis dan humas menyampaikan
Produktivitas Bongkar Muat Normal Lancar, hal ini sesuai dengan pertumbuhan traffic barang yang meningkat.”
Artinya, menurut Pelindo, kehadiran bangkai kapal belum berdampak pada penurunan produktivitas dermaga.
Diteruskan oleh yopie Pemanduan Tetap Sesuai Urutan & Pasang Surut “Pelayanan pemanduan dilaksanakan sesuai urutan kedatangan kapal dengan memperhitungkan kondisi pasang surut air dan draft kapal sehingga terpenuhinya aspek keselamatan.”
Pelindo menegaskan tidak ada perlakuan khusus atau berthing window darurat. Semua kapal tetap dilayani sesuai antrian, dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan pelayaran karena alur Sungai Baturusa sangat bergantung pada pasang surut.
Ia menambahkan “Pelindo sebagai BUP (Badan Usaha Pelabuhan) senantiasa berkoordinasi dengan Penyelenggara Pelabuhan dalam hal ini adalah KSOP Kelas IV Pangkalbalam.” sebagai penyelenggara pelabuhan dalam upaya normalisasi fungsi kolam pelabuhan dan alur pelayaran. tutupnya
Terpisah Meski aktivitas bongkar muat diklaim normal, keberadaan bangkai KM Lintas Armada Nusantara tetap menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dituntaskan, agar keselamatan pelayaran jangka panjang benar-benar terjamin dan tidak ada lagi kapal yang harus menunggu lama di ambang luar.
Sebelumnya, KSOP Kelas IV Pangkalbalam melalui Kepala KSOP, Syaiful Anwar, http://S.IP., M.M., juga telah menegaskan bahwa pekerjaan salvage bangkai kapal tersebut belum bisa dilanjutkan karena 2 dari 3 dokumen perizinan salvage masih belum lengkap ( Redaksi)
























Komentar