Gugat Stigma ‘Kota Mati’, Mentok Bangun Alun-alun & Taman Loko

Mentok-Buser24 jam. Stigma ‘kota mati’ yang melekat di Mentok terjawab proyek Penataan Kawasan Kota Tua Alun-alun Gelora dan Taman Loko akan disulap jadi ruang kreatif warga, ujar Rena Cumala

Selama ini Mentok dikritik sepi, minim ruang publik, dan gelap di malam hari. Rena (32), yang vokal menyuarakan perubahan, mengaku lelah dengan julukan itu.“Kami cinta Mentok, tapi kotanya nggak hidup. Anak muda bingung mau nongkrong di mana,” katanya, saat bincang di kedai kafe miliknya Kawasan terminal mentok.

Kritik itu direspons. Proyek Penataan Kawasan Kota Tua Muntok TA 2026 sudah masuk tahap kontrak dengan pagu Rp25,6 miliar. Lokasi di Kel. Sungai Daeng

Rena berharap proyek tidak mangkrak. “Jangan cuma bagus di gambar. Harus ada event rutin, UMKM lokal dikasih tempat, seniman Mentok dilibatkan, kini menjadi” Proyek Rp25,6 M jadi taruhan: Mentok berubah dari kota transit jadi kota tujuan, atau tetap menyandang stigma ‘kota mati’, tegasnya.23/04/2026.

Rencana ini sejalan dengan usulan Musrenbang Kecamatan Mentok 21 Februari 2024. Saat itu Plt. Camat menekankan “pembangunan infrastruktur harus mempertimbangkan aspek lingkungan agar keberlanjutannya tetap terjaga untuk generasi mendatang”.
Tiga output pembangunan utama:
1. Alun-alun Gelora dirubah menjadi Tourism Creative Hub
2. Taman Loko dirubah Street Art Gallery
3. Penataan Jalur Pedestrian dirubaha menjadi koridor heritage

Kepala Bapperida Babar memastikan desain sudah konsultasi publik. Target 2027 alun-alun bisa dipakai. Tema RKPD 2026 Mentok: keseimbangan infrastruktur berkelanjutan dan kemandirian keuangan daerah. Artinya, Taman Loko tak boleh hanya bagus, tapi juga menghasilkan PAD dari event & retribusi. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *