![]()
PANGKALPINANG, Buser24jam – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalbalam memastikan bahwa rencana pekerjaan pemotongan (scrapping) dan evakuasi bangkai kapal KM Lintas Armada Nusantara yang karam di alur Sungai Baturusa telah memasuki tahap kesiapan akhir. Langkah ini diambil sebagai solusi konkret untuk memulihkan kelancaran arus logistik laut di Bangka Belitung dengan tetap mengutamakan keselamatan navigasi dan kelestarian lingkungan sungai.
Staf Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli (KBPP) KSOP Kelas IV Pangkalbalam, Fahruddin, menyatakan bahwa seluruh pemenuhan aspek legalitas dan administrasi teknis yang sebelumnya menjadi kendala kini telah diselesaikan oleh pihak-pihak terkait.
“Masyarakat dan para pelaku jasa kepelabuhanan perlu mengetahui bahwa proyek evakuasi ini akan segera berjalan. Kami di KSOP telah memastikan bahwa seluruh dokumen perizinan pekerjaan bawah air (PBA), kalkulasi teknis pemotongan, hingga jaminan mitigasi lingkungan sudah siap dan berada di bawah pengawasan ketat,” ujar Fahruddin dalam keterangan resminya.9/10/2026
Mengingat posisi bangkai kapal sepanjang 57 meter tersebut berada di jalur navigasi aktif yang cukup sempit, Fahruddin menjelaskan bahwa manajemen keselamatan alur pelayaran menjadi fokus utama selama proses pemotongan berlangsung. KSOP Pangkalbalam akan menerbitkan Notice to Mariners (Pemberitahuan Kepada Pelaut) serta menempatkan tanda batas khusus dan kapal pandu di sekitar lokasi salvage.
“Kami pastikan lalu lintas kapal niaga, kapal penumpang, maupun perahu nelayan yang keluar-masuk melalui Sungai Baturusa tetap dapat berjalan normal dan aman. Petugas KPLP akan melakukan pengaturan koridor navigasi secara dinamis di lapangan,” tambahnya.
Selain masalah kelancaran alur, aspek perlindungan ekosistem Sungai Baturusa menjadi komitmen yang tidak bisa ditawar. Pihak pelaksana diwajibkan memasang pengaman tumpahan minyak (oil boom) secara berlapis mengelilingi lambung kapal sebelum besi pertama dipotong. Hal ini dilakukan guna mencegah potensi pencemaran dari sisa bahan bakar, pelumas, maupun sisa muatan pupuk yang masih terjebak di dalam kapal.
Secara teknis, metode evakuasi akan dilakukan secara bertahap menggunakan teknologi pemotongan bawah air (underwater cutting) yang terukur. Struktur bagian atas kapal (superstructure) akan diangkat terlebih dahulu menggunakan floating crane (derek terapung) ke atas kapal ponton sebelum menyentuh bagian dasar lambung kapal. Cara ini dinilai paling aman untuk menjaga stabilitas sisa bangkai kapal di tengah karakteristik arus Sungai Baturusa yang kuat saat pasang-surut.
Melalui pemberitahuan ini, KSOP Kelas IV Pangkalbalam berharap masyarakat dapat mendukung penuh kelancaran proyek penanggulangan ini. Dengan bersatunya komitmen dari seluruh pihak, pembersihan alur Sungai Baturusa diharapkan dapat selesai tepat waktu demi mendorong kembali efisiensi jalur logistik perekonomian masyarakat Bangka Belitung, ujarnya. ( FR)
























Komentar