![]()
Pangkalpinang-buser24jam.com
mengungkap fakta baru: Pimpinan Redaksi http://Buser24jam.com dirinya adalah mantan pengawas bongkar muat kapal PT BJL cabang pangkalbalam sejak 2004. Saat itu, Eko Supriadi masih menjabat di bagian operasional PT BJL.
“Saya baru lulus Akademi Maritim tahun 2004. Tugas pertama saya: Bersama dengannya pengawasan bongkar muat beberapa kapal PT BJL yang sandar di Pelabuhan Pangkalbalam,” ungkap Pimred Buser24jam kepada tim, Minggu (27/4/2026).
Dari pengalamannya di lapangan, ia menyebut hampir seluruh kapal PT BJL datang dalam kondisi over draft alias draft kapal melebihi batas aman.
“Di manifes tertulis 2.000 ton. Tapi begitu kapal sandar, draft-nya sudah lewat batas. Artinya muatan asli jauh lebih banyak dari dokumen,”berdasarkan KM 44/2022 Artinya muatan asli jauh lebih banyak dari dokumen,”
Praktik lain yang ia temukan: pembuangan air stabilitas. “Saya pernah tanya langsung ke Pak Eko waktu itu. Saya bilang, ‘Pak, jangan buang air stabilitas demi nambah muatan. Kapal bisa kehilangan stabilitas, ‘
”Membuang air stabilitas membuat potensi kapal bisa mengangkut muatan lebih, namun mengorbankan keseimbangan dan keamanan pelayaran.
Jika terjadi cuaca buruk atau kandas, risiko kapal oleng hingga mengakibatkan kemiringan berpotensi tenggelam resikonya sangat tinggi, bahaya.
Dua dekade berlalu, pola itu diduga muncul kembali di KM Sentosa. Data yang dikantongi Buser24jam: draft alur pelayaran Pelabuhan Pangkalbalam hanya 4,5 meter. Sementara draft KM Sentosa mencapai 5,2 meter. Selisih 0,7 meter. Anehnya, kapal itu bisa mengantongi izin Ship to Ship (STS) sebanyak 3 kali dalam kurun 2024-2026. Proses terbitnya izin secepat kilat. “Kalau dulu caranya buang air stabilitas, sekarang caranya apa? Buang aturan?” sindirnya
Saat dikonfirmasi pada 24 April 2026 Dirut PT BJL Eko Supriadi justru menyerang balik ditanya data, dijawab malah makian
“Berita tidak bermutu. Kalau mau ngemis ya ngemis, jangan ngemis buat berita,” kata Eko, Tiga jam usai konfirmasi, seorang pria mengaku sebagai mediator mendatangi pimred, ia meminta agar pemberitaan KM Sentosa tidak dilanjuti dan dibesar besarkan. Tawaran itu ditolak .
Hingga berita ini diturunkan, Kepala KSOP Pangkalbalam belum menjawab pertanyaan Buser24jam soal dasar pemberian izin STS untuk kapal yang draft-nya melebihi kedalaman alur. Konfirmasi pun berlanjut ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan sudah menerima laporan Buser24jam dan sedang mempelajari dokumen terkait kandasnya KM Sentosa. (red)
