Dua Tahun Mangkrak di Sungai Baturusa, Bangkai KM Lintas Armada Nusantara Rencananya Bakal Dipotong

Loading

PANGKALPINANG, BUSER24JAM.COM – Alur pelayaran Sungai Baturusa di kawasan Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, hingga kini masih menyisakan persoalan pelik. Bangkai kapal kargo KM Lintas Armada Nusantara (KM LAN) sepanjang 57 meter yang mengalami insiden terbalik pada 7 Juli 2024 lalu, terpantau masih terbengkalai tanpa penanganan maksimal. Namun, informasi terbaru menyebutkan bahwa otoritas terkait bersama pihak pemilik akhirnya merencanakan opsi pemotongan (scrapping) badan kapal guna membebaskan jalur logistik vital tersebut.

Berdasarkan catatan jurnalistik media Buser24jam.com, kapal nahas tersebut awalnya mengangkut 1.200 ton pupuk non-subsidi komersial yang sedianya dipasok untuk menyuplai sektor perkebunan kelapa sawit dan lada di wilayah Kepulauan Bangka Belitung melalui beberapa perusahaan swasta lokal.
Sesaat setelah kapal terbalik akibat terseret arus surut yang deras dan menghantam kapal lain saat lego jangkar, ribuan ton pupuk dalam kemasan karung tersebut dipastikan larut total ke dalam air. Firdaus, perwakilan Bagian Operasional PT Lautan Mulia Purnama selaku agen kapal saat itu mengonfirmasi kerugian materiil akibat larutnya muatan komersial ini ditaksir mencapai miliaran rupiah. Beruntung, dalam peristiwa darurat dua tahun silam itu, 13 orang kru kapal termasuk nakhoda berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan.

Meski seluruh awak kapal selamat, evakuasi bangkai kapal justru mandek total. Berulang kali Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalbalam melayangkan surat teguran kepada pemilik kapal, namun kendala administrasi, urusan asuransi, serta pembebasan gross akta membuat bangkai besi setinggi puluhan meter itu terus membelah arus sungai. Upaya pengapungan oleh perusahaan salvage profesional PT Armandi Pranaupaya pun sempat macet di tengah jalan karena habisnya masa izin kerja.

Kini, karena posisi lambung kapal yang menonjol terus mengganggu keselamatan navigasi pelayaran kapal penumpang dan arus logistik komoditas regional, opsi pemotongan badan kapal dinilai menjadi langkah final yang tidak bisa ditunda lagi.

Redaksi media Buser24jam  terus bersiaga di kawasan pelabuhan untuk memantau realisasi teknis eksekusi pemotongan tersebut demi memastikan alur Sungai Baturusa kembali bersih dan aman bagi aktivitas maritim. (Red)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *