![]()
Buser24.com | Berau – Kalimantan Timur-Proyek revitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 001 Rantau Panjang, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang menelan anggaran sekitar Rp500 juta, menjadi sorotan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) antikorupsi. Pasalnya, hingga akhir Desember 2025, proyek tersebut diduga belum rampung sesuai jadwal pelaksanaan.
Berdasarkan hasil pantauan langsung LSM antikorupsi bersama awak media Buser24.com di lapangan, terlihat sedikitnya tiga item pembangunan di lingkungan SDN 001 Rantau Panjang yang masih dalam kondisi belum selesai. Beberapa bangunan tampak masih dalam tahap pengerjaan, sementara waktu pelaksanaan proyek disebutkan telah mendekati batas akhir tahun anggaran.
LSM antikorupsi menilai kondisi tersebut patut dipertanyakan, mengingat proyek revitalisasi sekolah itu bersumber dari anggaran pemerintah tahun 2025 dengan nilai yang cukup besar. Selain itu, papan informasi proyek di lokasi mencantumkan waktu pelaksanaan yang seharusnya telah mendekati masa penyelesaian.
Saat dikonfirmasi di lokasi pada Minggu (28/12/2025), salah satu pengawas pekerjaan mengakui bahwa nilai anggaran proyek tersebut mencapai Rp500 juta. Ia juga menyebutkan bahwa anggaran tersebut telah dipotong pajak serta biaya konsultan. Ketika ditanya terkait kepastian penyelesaian pekerjaan di akhir Desember, pengawas tersebut menyatakan bahwa besar kemungkinan proyek tidak akan selesai tepat waktu.
“Kemungkinan besar memang belum bisa kelar di akhir Desember ini,” ujar pengawas kepada awak media dan LSM antikorupsi di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan LSM antikorupsi, Fendy, meminta agar aparat penegak hukum, khususnya pihak kejaksaan, dapat melakukan audit dan pemeriksaan terhadap proyek revitalisasi SDN 001 Rantau Panjang tersebut. Menurutnya, perlu ada pengawasan ketat untuk memastikan penggunaan anggaran negara berjalan sesuai aturan dan hasil pekerjaan sesuai dengan perencanaan.
“Kami meminta pihak kejaksaan untuk melakukan audit atau pemeriksaan agar jelas apa kendala sebenarnya dan apakah ada potensi penyimpangan dalam proyek ini,” tegas Fendy.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait dari instansi pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait progres dan langkah penyelesaian pekerjaan tersebut.
(Fendy)
Editor; LB
