oleh

Diduga Bupati Nagan Raya tidak berani Menindak DKP Terkait Penggunaan Anggaran tidak produktif, TRK SAYANG Rusak Reputasi

Nagan Raya Buser24jam.com-di kepimpinan TRK SAYANG  bumi rameune di obok oleh  dinas  kelautan dan perikanan (DKP) berdasarkan hasil survei Lembaga penyelamat lingkungan hidup indonesia-Kawasan Laut Hutan dan industri (LPLHI-KLHI) masyarakat nelayan di jadikan kambing hitam oleh dinas Kelautan dan perikanan kabupaten yang mana   Dinas Kelautan dan perikanan kabupaten Nagan Raya karena di nilai dobrak undang undang tidak melakukan kewenangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan.

‎ Nagan Raya Ibnu hakim, M.P sebagai ‎Ketua LPLHI-KLHI  kabupaten Nagan Raya menjelaskan pelaksanaan eksekusi anggaran tahun 2026 perlu di koreksi ulang biar tepat pada sasaran.kemungkinan  banyak program abu abu usulan DKP yang sudah masuk DIPA tidak bisa mempertanggung jawabkan  aleh dinas terkait.polimik ini menjadi acuan bagi masyarakat nelayan yang terjadi ditengah merosot nya  ekomi nelayan

‎Ia menambahkan sesuai  dengan undang undang pemerintah daerah kabupaten Nagan Raya ,saya berharap kepada bupati TRK SAYANG Jangan  merasa di zolimi oleh bawahan bawahan yang tidak ber pontensi pada poksinya  bisa kami katakan dinas tersebut mandul secara administratif, preventif, dan koordinatif, akan tetapi semua pendekatan tersebut diduga belum pernah dilaksanakan oleh DKP Nagan Raya.

‎Namun DKP Nagan Raya dinilai memboroskan anggaran puluhan milliar  setiap tahunnya bukan untuk subtansi penetasan kemiskinan masyarakat nelayan melainkan hanya sekedar program seremonial semata.

‎Ibnu hakim berharap Bupati Nagan Raya mengevaluasi kinerja DKP Nagan raya supaya tercipta kesehteraan masyarakat nelayan, dan Menindak atau mutasi jika terdapat Kepala SKPK yang tidak memiliki kapasitas SDM. Waktu terpisah saat media ini mencoba konfirmasi dengan Kapala dinas kelautan dan perikanan kabupaten Nagan Raya . hingga berita ini di terbitkan belum ada jawaban dari kepala dinas DKP

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed