![]()
Buser24jam.com,BANYUASIN – Urusan administrasi tanah yang seharusnya diselesaikan secara musyawarah justru berakhir kekerasan. Seorang warga bernama Asmuni (31) menjadi korban penganiayaan di kediaman Kepala Desa Srijaya, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin.
Kasus yang melibatkan keluarga pejabat desa ini kini telah dilaporkan secara resmi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Selatan.
‘Meminta tanda tangan berujung bentrok”
Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu malam, 28 Maret 2026 sekitar pukul 19.30 WIB.
Saat itu, korban datang ke rumah Kades (Santri) bersama Keluarga dan saksi saksi, untuk mengurus kepentingan, yaitu meminta tanda tangan terkait surat jual beli tanah. Namun, permintaan tersebut tidak ditanggapi positif dan memicu perdebatan yang memanas.
Dalam situasi yang tegang, seseorang berinisial Anton yang diketahui merupakan warga setempat dan diduga kuat sebagai kakak ipar dari Kepala Desa Srijaya, turun tangan dengan cara main fisik.
Berdasarkan laporan polisi, Anton diduga langsung memukul Asmuni tepat di bagian belakang telinga sebelah kiri.
‘Akibat pukulan keras tersebut, korban mengalami luka, bengkak, dan rasa berdenyut yang hebat. Bahkan, korban mengaku pendengarannya terganggu parah hingga terdengar seperti suara kapal, disertai rasa panas di tubuh dan demam tinggi selama beberapa hari setelah kejadian.
Merasa tidak mendapatkan perlindungan dan keadilan di tingkat lokal, serta menilai bahwa hingga berita ini ditayangkan belum ada upaya penyelesaian atau iktikad baik baik dari pihak pelaku maupun Kepala Desa Srijaya untuk menyelesaikan perkaran ini, Asmuni akhirnya membawa kasus ini ke tingkat kepolisian.
Pada Jumat, 03 April 2026 pukul 12.17 WIB, ia resmi mendaftarkan laporan polisi dengan nomor LP/B/478/IV/2026/SPKT/POLDA SUMSEL.
Laporan ini dibuat berdasarkan Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Korban menuntut agar pelaku diproses tuntas sesuai hukum yang berlaku dan kasus ini tidak ditutup-tutupi hanya karena ada hubungan keluarga dengan pejabat desa.
Hingga berita ini diturunkan, laporan sudah diterima dan kini dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang.
(Tim Redaksi)
Editor:Juanda
