![]()
MENTOK –BUSER24 JAM. Terminal Penumpang Mentok kini nyaris tak berfungsi. Padahal dibangun dengan anggaran Pemerintah, terminal ini hanya menjadi “bayangan” di tengah ramainya aktivitas travel yang mengangkut penumpang Mentok-Pangkalpinang.
Pantauan di lapangan, Selasa, ruang tunggu terminal sepi. Hanya terlihat segelintir penumpang. Sementara bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang seharusnya jadi primadona, parkir tanpa penumpang yang dianggap sepi penumpang yang kini calon penumpang memilih menggunakan trevel sehingga adanya persaingan bisnis terkini.
Tarif Mentok-Pangkalpinang dipatok Rp100.000 per orang. Jauh lebih mahal dibanding bus umum yang hanya Rp50.000. Tapi penumpang tetap memilih travel.“Naik bus 50 ribu memang murah, tapi nunggu lama, dan berhenti-berhenti. Sedangkan Travel 100 ribu langsung jalan, dijemput di rumah, sampai tujuan lebih cepat,” kata Rudi, warga Air Limau yang hendak ke Pangkalpinang.23/05/2026.
Sopir bus mengaku sudah lama merugi. “Kalau sehari dapat 5 penumpang saja sudah syukur. Penumpang semua lari ke travel karena mereka jemput bola,” ujarnya.Kondisi ini membuat fungsi Terminal Mentok sebagai simpul transportasi resmi nyaris hilang. Padahal, terminal seharusnya jadi tempat penertiban, pengawasan, dan sumber PAD dari retribusi daerah.
Dinas Perhubungan Bangka Barat belum memberikan keterangan saat dimintai konfirmasi. Sementara masyarakat berharap Pemkab segera mengevaluasi sistem angkutan umum agar tidak kalah saing dengan travel. Jika dibiarkan, Terminal Mentok hanya akan menjadi sanksi bisu adanya anggaran yang tak berdampak pada pelayanan publik. (Rd)
