![]()
Buser24jam.com,PALEMBANG – Masalah lampu jalan yang sering padam dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang belum optimal di Kota Palembang akan mendapatkan solusi konkret. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Aprizal Hasim mengumumkan langkah-langkah terukur setelah rapat koordinasi khusus pada Senin (30/3/2026), meskipun sebagian masyarakat dan pedagang mengungkapkan harapan sekaligus kekhawatiran terkait implementasinya.
Dalam wawancara eksklusif usai rapat di Ruang Rapat Dinas Perhubungan (Dishub), Aprizal menjelaskan bahwa setiap hari masuk sekitar 80 laporan kerusakan atau ketiadaan lampu penerangan jalan umum (PJU), namun hanya bisa ditangani sekitar 40 titik per hari. “Kendala ada mulai dari teknis, SDM, alat operasional, hingga koordinasi lintas sektor. Tapi kita tidak bisa tinggal diam. Sudah disepakati grup WhatsApp untuk koordinasi cepat dan tim pengawas lapangan yang bergantian 24 jam dalam dua shift,” ujarnya.
Untuk penataan PKL, dia menegaskan pendekatan yang adil dan berkelanjutan. “Kita tidak ingin mengusir, tapi mengatur. Akan ditentukan lokasi khusus dan aturan jelas soal jam operasional serta kebersihan, dengan memperhatikan kedua kepentingan: ekonomi pedagang dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.
Beberapa warga kawasan SU 1 mengaku sering merasa tidak aman karena banyak lampu jalan padam. “Sudah lama keluhan kita masuk, tapi perbaikan sering terlambat. Semoga langkah baru ini benar-benar berjalan, bukan cuma janji kosong,” ucap salah satu warga.
Ketua Kelompok PKL Pasar 16 Ilir, Joko Susilo (38), mendukung upaya penataan namun khawatir lokasi baru kurang strategis. “Kita butuh tempat yang bisa dijangkau pembeli agar penghidupan tetap terjaga. Harap pemerintah juga mendengar suara kita sebelum mengambil keputusan akhir,” katanya.
Ahli Kebijakan Publik Universitas Sriwijaya, Dr. Rina Dewi, menilai langkah yang diambil cukup tepat namun implementasi menjadi titik krusial. “Tanpa koordinasi yang erat antar dinas dan pihak kecamatan, serta pemantauan yang konsisten, program ini berisiko tidak maksimal. Perlu juga mekanisme umpan balik dari masyarakat,” jelasnya.
Pemerintah Kota Palembang menyatakan akan mulai menjalankan langkah-langkah tersebut pekan depan dan akan memberikan laporan perkembangan secara berkala.
Editor: Juanda
