![]()
Kapolsek Dolok Masihul bersama sejumlah personel Polsek Dolok Masihul melayat ke rumah duka Almarhum Pairin alias Ateng, warga Dusun II Desa Karang Tengah, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai, yang meninggal dunia saat diamankan oleh petugas keamanan (security) PTPN IV Sarang Giting.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka pada Jumat, 02 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, setelah sebelumnya dilakukan autopsi forensik di RS Bhayangkara Tebing Tinggi, kemudian dipulangkan kepada pihak keluarga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Dolok Masihul AKP H.D. Simanjuntak, S.H., Kanit Reskrim IPDA Ismail Har, S.H., AIPTU Anwar, AIPDA Hazeray, serta AIPDA Solly Sianipar.
Sekira pukul 10.40 WIB, jenazah almarhum tiba di rumah duka dari RS Bhayangkara Tebing Tinggi. Kapolsek Dolok Masihul AKP H.D. Simanjuntak, S.H. kemudian menyerahkan santunan tali asih kepada keluarga almarhum sebagai bentuk empati dan belasungkawa.
Sebelum prosesi pemakaman, keluarga dan warga terlebih dahulu melaksanakan Salat Jumat, dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
Kepada media, AKP H.D. Simanjuntak, S.H. menjelaskan bahwa hingga saat ini hasil resmi autopsi dari tim forensik RS Bhayangkara belum dikeluarkan dan masih menunggu hasil pemeriksaan yang diperkirakan akan selesai pekan depan.
“Untuk hasil autopsi forensik, kami masih menunggu keterangan resmi dari pihak RS Bhayangkara,” ujar Kapolsek.
Berdasarkan keterangan awal dari pihak medis RS Bhayangkara, sebelum meninggal dunia almarhum diduga memiliki riwayat penyakit bawaan, di antaranya penyakit jantung dan asam lambung.
Diketahui sebelumnya, almarhum Pairin alias Ateng sempat melarikan diri saat dipergoki oleh petugas keamanan PTPN IV, namun akhirnya berhasil diamankan dan dibawa ke pos pengamanan PTPN IV Afdeling III. Saat berada di pos, almarhum sempat meminta minum, namun kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya tidak tertolong.
Pihak security kemudian membawa almarhum ke Klinik Buah Hati, Kelurahan Pekan Dolok Masihul, namun karena keterbatasan fasilitas, korban dirujuk ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi. Atas permintaan keluarga, dilakukan autopsi forensik guna memastikan penyebab kematian demi kepastian hukum.
(HL24)
Editor:LB
