![]()
Pangkalpinang-Buser24jam.com :
Bukannya menjawab substansi dugaan kandas disengaja KM Sentosa, Direktur PT BJL Eko Supriadi justru menyerang awak media”.
Insiden itu terjadi Jumat, 24 April 2026, setelah awak Buser24jam mempublikasikan berita “Dirut PT BJL Dibantah Data & Foto STS 4 April”. Redaksi kembali mengonfirmasi Eko via telepon terkait pola kandas berulang kapal miliknya di alur Pelabuhan Pangkalbalam. Kep babel.
Namun, konfirmasi tersebut dijawab dengan serangan personal. “Mana buktinya kapal kandas? Berita tidak bermutu. Ooo ternyata kamu bukan kawan lagi. Kalau mau ngemis ya ngemis, jangan ngemis buat berita,” kata Eko, sebelum mematikan sambungan telepon secara sepihak. Rekaman percakapan tersebut disimpan redaksi.
Selang tiga jam kemudian, orang dikenal berinisial “ZN” mengatakan tawaran sebagai mediator dengan Eko. Tawaran itu langsung ditolak. “Saya tanya balik: kamu siapa, apa kepentingannya? saya dengan Eko baik-baik saja sampai saat ini. Tidak ada masalah pribadi,” tegas Pimpinan media buser24jam.
“Yang kami sorot adalah fasilitas alur pelayaran. Kandasnya kapal di alur pelayaran Pangkalbalam menjadi informasi publik. Rakyat keinginan tahu ada apa dengan alur kita sampai kapal bisa kandas 3 kali di titik yang sama sejak 2024,”lanjutnya.
Padahal, data syahbandar menunjukkan draft alur maksimal hanya 4,5meter saat surut terendah, sementara draft KM Sentosa dalam kondisi muatan penuh mencapai 5,2 meter. “Ini bukan pertama kali kapal kandas di alur Pangkalbalam. Polanya sama, izinnya kilat, alasannya selalu sembako.
“Alur pelabuhan adalah hajat hidup orang banyak. Jika ada dugaan kongkalikong untuk mendapat prioritas sandar, maka itu pengkhianatan terhadap publik,” pungkasnya.
Pimpinan Redaksi Buser24jam menegaskan pihaknya tidak akan berhenti meski mendapat tekanan Intervensi. “Kami tidak ngemis. Kami menjalankan mandat UU Pers No. 40 Tahun 1999 Pasal 6 huruf d: pers melakukan kontrol sosial.
Saya kenal Eko sejak 2004. Tidak perlu mediator, yang kami mau hanya kebenaran di alur Pangkalbalam,” tegasnya.(redaksi)
