![]()
Pangkalpinang, Sudah hampir satu tahun berlalu perkara kasus Tongkang Blue Saphire Batam menabrak tiang penyanggah dibawah jembatan emas terjadi pada Kamis (26/6/2025) hingga sampai saat ini masih menjadi misteri, belum tahu seperti apa kelanjutannya, apakah ada pergantian secara material atau Memeng sengaja disembunyikan secara internal.
Sebelumnya diberitakan, Tongkang Blue Shapire yang digandeng Tugboat (TB) Majestic Artic menabrak tiang fondasi atau bantalan pengaman Jembatan Emas yang menghubungkan Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, dan Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.
Insiden itu terjadi pada Kamis (26/6/2025) sekitar pukul 14.30 WIB dan sempat terekam amatir oleh warga yang sedang memancing di pinggir muara Sungai Baturusa di dekat Jembatan Emas, hingga akhirnya viral di media sosial.
Sampai saat ini belum ada kejelasan dalam peruntukan perbaikan pengembalian secara utuh dua tiang penyanggah yang roboh usai ditabrak oleh tongkang Blue Saphire akibat kelalaian pengemudi takboot penarik tongkang tersebut. Senin( 08/04/2026).
Sempat terdengar isu pergantian kerugian dua tiang penyanggah tersebut hingga mencapai miliyaran rupiah, namun sampai saat ini masih belum ada upaya perbaikan pada tiang penyanggah.
Hal ini masih terpantau awak media dimana salah satu saksi mata pada saat kejadian menjelaskan runtuhnya Tiang penyanggah dan terjadi gesekan pada bantalan tiang utama jembatan mas.
Terlihat sampai saat ini masih ada dua buah drum sebagai tanda bahwa tiang penyanggah tersebut masih belum diperbaiki.
Sempat sebelumnya upaya melakukan konfirmasi kepada pihak Dinas Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sempat disampaikan pihak management pemilik tongkang Blue Saphire melakukan sebuah pertemuan, bahkan terdengar mereka berkomitmen untuk mengganti kerugian material kerusakan tersebut.
Namun sampai saat ini belum juga ada upaya pekerjaan perbaikan pada tiang penyanggah tersebut oleh pihak terkait, ini masih menjadi perbincangan sperti apa kelanjutannya apakah memang sengaja dibiarkan atau Memeng tidak ada pergantian kerugian pada kerusakan aset pemerintah provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Iskandar merupakan Saksi mata sekaligus merupakan narasumber yang melihat langsung kejadian pada saat itu mengatakan,” saya melihat jelas kejadian tersebut, jelas kejadian tabrakan tersebut merupakan kelalaian salah satu taakboot pada saat itu melakukan manuver terhadap tongkang Blue Saphire Batam, terpantau pada saat itu air sedang memulai pasang dan arusnya sangat kencang, sehingga jarak dari jembatan terhadap Dok Kapal sangat dekat jangkauannya. Yang menjadi pertanyaan kami kenapa sampai saat ini keadaan masih ditandai dengan dua buah drum kecil sebagai tanda dan pemberi isyarat bahasa tiang penyanggah masih belum diperbaiki,” pungkasnya.
“Tim jejaring media sudah melakukan upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp terhadap salah satu pihak Dinas Kementerian Pekerjaan Umum Ikbal yang merupakan kasi pembangunan sekaligus yang mengetahui RAB pembangunan pada bidang jembatan tersebut, Sempat dikatakan beliau bahwa pihak Tongkang Blue Saphire akan mengganti kerugian dan akan memperbaiki kerusakan tersebut, kembali terkait kapan akan terlaksananya kegiatan perbaikan pada jembatan emas yang merupakan ikon Bangka Belitung yang sampai saat ini terabaikan.
Namun sampai saat ini sudah berjalan beberapa bulan, bahkan hampir satu tahun kegiatan perbaikan terkait kerusakan belum juga di kerjakan hal ini patut dipertanyakan ada apa sebenarnya. Saat ini masih terlihat dua Drum berwarna biru masih terlihat Terombang Ambing dibawah jembatan emas tersebut.
Sampai berita ini dipublikasikan tim jejaring media akan terus melakukan upaya konfirmasi kelanjutannya. (Tim redaksi)
