![]()
PALEMBANG, Buser24.com – Aksi berlangsung di Mapolda Sumatera Selatan pada Senin (5/1/2026), menuntut keadilan dan profesionalitas aparat penegak hukum.
Khairul Anwar ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas dugaan pengeboran sumur minyak di kawasan Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) PT Bukitapit Ramok Senabing Energi, KSO PT Pertamina. Namun, Ketua GEMAPELA sekaligus keluarga Khairul Anwar, Sundan Wijaya, menegaskan tuduhan tersebut tidak berdasar.
“Ini aksi ketiga yang kami lakukan. Kami menuntut Polda Sumsel menegakkan hukum secara adil dan tidak berpihak,” tegas Sundan.

Ia menyebut terdapat bukti kuat bahwa lahan yang dikelola Khairul Anwar bukan termasuk WKP perusahaan, antara lain memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM), masih membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 2025, serta ada keterangan resmi dari BPN yang menyatakan tidak ada tumpang tindih hak.
Sundan juga menyayangkan bahwa upaya Khairul Anwar untuk melapor balik pihak perusahaan sejak 5 Desember 2025 belum mendapatkan tindak lanjut. GEMAPELA bahkan meminta atensi khusus Kapolri jika Polda Sumsel dinilai tidak netral, dan menyatakan adanya dugaan tebang pilih dalam penegakan hukum sektor pertambangan, dengan membandingkan penindakan cepat di Lahat dengan kondisi di Muba yang disebut memiliki ribuan sumur minyak ilegal namun terkesan dibiarkan.
“Kondisi ini bertolak belakang dengan semangat pemerintah pusat yang tengah mendorong legalisasi sumur minyak rakyat melalui regulasi Kementerian ESDM,” ujarnya.
Ke depan, GEMAPELA akan mengajukan praperadilan dan menyatakan bahwa KUHP baru memberi ruang lebih luas bagi tersangka untuk melawan proses hukum yang dianggap tidak adil. GEMAPELA juga menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga memperoleh kejelasan hukum dan keadilan bagi Khairul Anwar.
Sementara itu, Kanit 2 Subdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumsel, M. Indra Parameswara, SIK, MH, menegaskan bahwa pihak kepolisian menjalankan tugas secara profesional dan sesuai prosedur. “Kami melaksanakan tugas secara profesional sesuai aturan. Namun kami juga harus memastikan situasi tetap kondusif,” katanya kepada awak media.
Terkait pertanyaan soal pernyataan polisi yang menyebut adanya kekhawatiran tersangka dirampas orang, Indra menegaskan hal tersebut berkaitan dengan aspek pengamanan. “Kami harus memastikan keamanan tersangka. Semua kemungkinan harus diperhatikan,” ujarnya.
Ref: Juanda
