![]()
Sunggal, Deli Serdang — Proyek peningkatan Jalan Tanjung Balai–Sunggal dengan nilai anggaran sekitar Rp1,9 miliar telah rampung dikerjakan. Proyek yang dilaksanakan oleh CV Atika Utama Shakti tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat Kecamatan Sunggal, khususnya para pengguna jalan yang selama ini mengandalkan jalur tersebut sebagai akses utama aktivitas ekonomi dan mobilitas harian.
Warga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Deli Serdang, Dr. Asri Ludin Tambunan, atas terealisasinya pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai sangat dibutuhkan dan telah lama dinantikan masyarakat.
Namun demikian, pasca rampungnya proyek, muncul keluhan dan keresahan warga, khususnya masyarakat Desa Paya Geli, terkait masih maraknya kendaraan berat bermuatan di atas kapasitas yang melintas di atas jalan yang baru selesai diaspal.
Berdasarkan pantauan tim media di lokasi pada Senin (5/1/2026), aktivitas truk tronton bermuatan berat masih terpantau intensif melintasi jalan tersebut. Kendaraan yang melintas di antaranya truk pengangkut ready mix, tangki semen curah, serta truk tronton bermuatan pasir basah, termasuk milik PT Rajawali Beton, dengan estimasi muatan di atas 20 ton.
Salah seorang warga Desa Paya Geli menyampaikan bahwa persoalan utama bukan pada kualitas pembangunan jalan, melainkan lemahnya pengawasan terhadap tonase kendaraan pasca pengaspalan.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati. Jalan ini sangat membantu warga. Tapi yang kami khawatirkan, truk-truk bermuatan berat terus melintas. Kalau dibiarkan, jalan ini pasti cepat rusak,” ujarnya kepada tim media.
Warga menilai, secara teknis jalan kabupaten umumnya hanya dirancang untuk beban maksimal sekitar 8–10 ton, bukan untuk kendaraan berat dengan muatan lebih dari 20 ton. Jika kondisi ini terus dibiarkan, masyarakat khawatir aspal akan cepat retak, berlubang, dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Sebagai perbandingan, warga mencontohkan kondisi jalan di Desa Sunggal Kanan yang tidak dilalui truk tronton, sehingga kualitas jalan dinilai lebih awet meski usia pengaspalan relatif sama.
Keluhan ini sepenuhnya datang dari masyarakat Kecamatan Sunggal, khususnya Desa Paya Geli, yang setiap hari menggunakan Jalan Tanjung Balai–Sunggal sebagai akses utama. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan instansi terkait dapat turun tangan secara serius.
Masyarakat meminta adanya pembatasan tonase kendaraan, pengaturan jam operasional truk berat, serta pengawasan ketat di lapangan, agar kualitas jalan yang telah dibangun dengan anggaran negara dapat bertahan dalam jangka panjang.
Sementara itu, CV Atika Utama Shakti selaku pelaksana proyek berharap seluruh pihak, termasuk perusahaan-perusahaan yang menggunakan jalur tersebut, dapat ikut menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun.
“Kami berharap perusahaan yang melintas, khususnya truk bermuatan berat milik PT Rajawali Beton, dapat ikut menjaga jalan ini agar tidak cepat rusak,” ujar perwakilan pelaksana proyek.(Tim)
