![]()
buser24jam.com | Berau – Kalimantan Timur-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) antikorupsi menyoroti proyek lanjutan perbaikan jembatan gantung di Kampung Pulau Besing, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, yang menelan anggaran miliaran rupiah. Proyek tersebut diduga tidak menunjukkan perubahan signifikan di lapangan dan disinyalir tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan.
Berdasarkan pantauan awak media bersama LSM antikorupsi di lokasi proyek,Senin 29/12/2025 kondisi jembatan terlihat nyaris tidak mengalami perbaikan berarti. Beberapa bagian jembatan hanya tampak dilakukan pengecatan pada tiang penyangga, tanpa adanya peningkatan struktur maupun perbaikan teknis yang substansial.
Padahal, pada papan informasi proyek yang terpasang di lokasi tertulis bahwa pekerjaan tersebut merupakan lanjutan perbaikan jalan dan jembatan Pulau Besing, dengan nilai kontrak mencapai miliaran rupiah dan bersumber dari APBD. Fakta di lapangan ini pun memunculkan tanda tanya besar terkait realisasi anggaran dan mutu pekerjaan.
“Kalau hanya sebatas pengecatan tiang jembatan, tentu ini patut dipertanyakan. Nilai proyeknya besar, tetapi hasil yang terlihat tidak sebanding,” ungkap salah satu perwakilan LSM antikorupsi di lokasi.
Fendy, perwakilan LSM antikorupsi, menegaskan pihaknya mendesak aparat penegak hukum (APH) serta Kejaksaan untuk segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan langsung terhadap proyek tersebut. Menurutnya, perlu dilakukan audit menyeluruh agar tidak terjadi dugaan penyimpangan anggaran negara.
“Kami meminta APH dan Kejaksaan segera memeriksa proyek ini secara transparan. Jangan sampai uang negara dihabiskan tanpa hasil yang jelas dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Fendy.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi atas temuan di lapangan tersebut. Awak media akan terus berupaya melakukan konfirmasi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang.
(Fen)
