![]()
Buser24jam – Bangka Barat, Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kapolsek Mentok, lptu Rusdi Yunial meminta para penambang konvensional jenis ponton selam stop beroperasi di wilayah perairan Tembelok-Kranggan Mentok Kabupaten Bangka Barat, Selasa 03/03/2026 yang lalu untuk stop beraktifitas kini bukan nya berkurang dari aktivitas kini Ponton bertambah bahkan menjadi ratusan TI selam di perairan menjadi menjamur (08/03/2026).
Mungkin kah ada konfirasi terselubung di balik 20% dan chatingan lain nya,dengan ber modalkan nomor bendera yang masuk di perairan bisa bekerja secara ilegal di perairan Tembelok- Kranggan,karena sekelompok orang mengatas nama kan masyarakat mengambil 20% serta chatingan lain dengan dalih demi kepentingan masyarakat,ada juga timah penambang di beli dengan harga bervariasi,
” Perintah Kapolres AKBP Pradana tidak di gubris oleh penambang kini penambangan Tembelok- Kranggan kini menjamur Bahkan awak media mendapatkan informasi di sisiran pantai melalui pekerja tambang,Sp mengatakan kami kerja tapi ada sekelompok masyarakat memberikan nomor bendera dengan persyaratan timah kami timbang 20% dan ada chatingan lain seperti jaga malam,pemuda,atas nama kampung,nelayan dan lain-lain lah ungkap,” Sp.
” Ada nama inisial Gp yang di gadang-gadang kan sebagai Aktor di balik aktivitas ilegal perairan Tembelok- Kranggan,yang terhimpun info di lapangan bahwa Gp dalang aktivitas ilegal dengan berdalih kompensasi 20% dan ada chatingan lain-lain,setiap unit ponton beroperasi semua di ambil kompensasi kemudian di beli semua nya oleh gp,ungkap,” An.
Sedangkan pelaku penambang mengungkap kan kami harus bayar bendera lima ratus ribu masuk ke perairan kata, “Tono. (Red)
