![]()
PANGKALPINANG, http://BUSER24JAM.COM – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkal Balam menunjukkan komitmennya sebagai regulator yang profesional dan solutif dalam penanganan bangkai kapal KM Lintas Armada Nusantara yang karam di alur Sungai Baturusa.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Evaluasi Rencana Pekerjaan Salvage KM Lintas Armada Nusantara yang digelar di Ruang Rapat Kantor KSOP Kelas IV Pangkal Balam, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor, Syaiful Anwar, S.IP., M.M.
Rapat evaluasi tersebut dihadiri oleh unsur terkait, yakni Pemilik Kapal KM Lintas Armada Nusantara, Pekerja Salvage selaku pelaksana lapangan, dan Agent Pelayaran Kapal. Senin12/10/2026
Dalam pertemuan tersebut, Syaiful Anwar secara bijaksana menyampaikan hasil evaluasi dokumen perizinan pekerjaan salvage.
“Dari hasil evaluasi kami, ada 3 diantara dokumen perizinan salvage yang menjadi lampiran wajib rencana pekerjaan. 1 diantaranya sudah diperoleh, dan 2 lainnya belum. Jadi kami minta untuk dipenuhi terlebih dahulu kelengkapan berkas perizinannya,”
Syaiful Anwar, S.IP., M.M. seĺaku Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalbalam
menegaskan, pihaknya tidak bermaksud untuk mempersulit jalannya pekerjaan. Namun, kegiatan pengapungan dan pemotongan bangkai kapal di dalam alur pelayaran ini sudah ada aturan dan mekanismenya, hingga ke tahapannya. “Semua harus kita jalankan sesuai payung aturan pelayaran dan turunannya,” tegasnya.
Dalam komunikasi tersebut, Syaiful tidak mempersulit, bahkan ia memberikan solusi opsi pelaksanaan pekerjaan yang tentunya perlu kesinambungan. Artinya, pekerjaan salvage terhadap KM Lintas Armada Nusantara ini tidak boleh dilakukan asal kerja lalu meninggalkan begitu saja. Harus ada perencanaan yang utuh dan berkesinambungan, mulai dari persiapan, pengapungan, pemotongan, pembersihan total, hingga penyerahan alur bersih.
KM Lintas Armada Nusantara ini memang sudah menjadi informasi publik sejak karam pada 7 Juli 2024 lalu, sehingga penanganannya harus dilakukan secara transparan dan tuntas.
“Kami ingin setelah bangkai ini diangkat, alur Sungai Baturusa benar-benar bersih dan aman untuk pelayaran, serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Pangkal Balam tetap lancar tanpa hambatan. Itu tujuan utama kami,” tutup Syaiful Anwar.
Dengan adanya evaluasi ini, maka rencana pekerjaan salvage akan dijadwalkan kembali setelah 2 dokumen yang belum lengkap tersebut dipenuhi oleh pemilik kapal dan pelaksana kerja. Pungkasnya.(Rf)


















Komentar