![]()
Buser24jam.com, LOMBOK TIMUR – Dalam mengelola pendidikan dibutuhkan inovasi dan perubahan, terlebih lagi di zaman era digitalisasi. Pidato itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti. M.Ed, saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Rektorat Institut Teknologi Sosial dan Kesehatan (ITKes) Muhammadiyah Selong di Lombok Timur, Minggu (17/5/2026).
Di bawah langit cerah akhir pekan, langkah baru pembangunan kampus itu tidak sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan harapan tentang masa depan pendidikan yang lebih maju dan berkarakter.
Halaman kampus dipenuhi tokoh pendidikan, akademisi, pengurus Muhammadiyah, serta masyarakat yang datang dengan semangat kebersamaan. Kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sekaligus Sekretaris Umum Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, menjadi penanda penting dimulainya penguatan pendidikan tinggi Muhammadiyah di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB Dr. TGH Falahuddin, Rektor ITKes Muhammadiyah Selong Dr. H. Moh. Juhad, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Timur Roma Hidayat, Sekretaris Daerah Lombok Timur Dr. H. Muhammad Juaini Taofik, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Momentum peletakan batu pertama itu berlangsung khidmat dan penuh makna. Banyak pihak memandang pembangunan gedung rektorat sebagai simbol lahirnya semangat baru dalam menghadirkan pendidikan modern yang berpijak pada nilai kemanusiaan, keilmuan, dan perkembangan teknologi.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Muhammadiyah selama ini terus berupaya membuka ruang pengabdian melalui sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Menurutnya, setiap amal usaha Muhammadiyah harus dibangun dengan kualitas terbaik agar mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Ia menilai perguruan tinggi tidak cukup hanya berdiri megah secara fisik. Kampus, kata dia, harus menjadi tempat tumbuhnya ide, kreativitas, dan pembaruan yang mampu menjawab kebutuhan zaman.
“Perguruan tinggi harus melahirkan inovasi dan semangat perubahan agar mampu menghadapi perkembangan dunia yang terus bergerak,” ujarnya.
Di hadapan civitas akademika dan tamu undangan, Abdul Mu’ti juga mengingatkan pentingnya keberanian menjadi pelopor dalam dunia pendidikan. Ia mendorong kampus Muhammadiyah untuk tidak sekadar mengikuti arus perubahan, melainkan mampu menciptakan gagasan baru yang memiliki ciri khas dan daya saing.
Menurutnya, era digital menuntut perguruan tinggi bergerak lebih cepat dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat modern. Transformasi teknologi, kata dia, kini telah menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan, administrasi kampus, hingga pelayanan sosial.
“Pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan dan akhlak,” katanya.
Selain membahas pengembangan kampus, Abdul Mu’ti turut menyoroti tantangan pendidikan di Nusa Tenggara Barat, terutama persoalan angka putus sekolah dan pernikahan usia dini.
Ia menilai pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir masyarakat agar lebih terbuka terhadap masa depan. Sekolah, menurutnya, bukan hanya tempat memperoleh pekerjaan, tetapi ruang membangun karakter dan kepribadian generasi muda.
“Pendidikan yang baik akan melahirkan manusia yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor ITKes Muhammadiyah Selong, Dr. H. Moh. Juhad, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan gedung rektorat tersebut. Ia menyebut pembangunan itu menjadi bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan akademik.
Menurutnya, kampus ingin menghadirkan lingkungan belajar yang mampu membentuk generasi berdaya saing, memiliki karakter kuat, serta peduli terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Kami berharap kampus ini menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian,” tuturnya.
Di sisi lain, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Timur, Roma Hidayat, mengingatkan tentang sejarah panjang Muhammadiyah di Lombok Timur yang telah hadir sejak 1930. Ia menilai perjuangan para pendahulu menjadi fondasi penting dalam pengembangan pendidikan dan dakwah hingga saat ini.
Menurutnya, perjalanan Muhammadiyah di daerah tersebut tidak dapat dipisahkan dari peran tokoh terdahulu, termasuk Mas Asno yang dikenal sebagai salah satu penyebar Muhammadiyah di Lombok Timur.
“Perjuangan para pendahulu harus menjadi inspirasi untuk terus membangun pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Menjelang akhir kegiatan, suasana haru dan optimisme terasa menyelimuti seluruh rangkaian acara. Dari tanah Lombok Timur, sebuah harapan perlahan tumbuh bahwa pendidikan yang maju tidak hanya melahirkan generasi unggul secara intelektual, tetapi juga manusia yang memiliki iman, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian bagi bangsa.
