Beranda FAKTA & PERISTIWA Wali Nagari Pasia Laweh Ungkapkan Peran Penting Media untuk Kemajuan Nagari

Wali Nagari Pasia Laweh Ungkapkan Peran Penting Media untuk Kemajuan Nagari

BERBAGI

Palupuah. Buser24jam. Com- Kurang lebih seratus lima wartawan dari berbagai media mengikuti Jambore Jurnalistik dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) ke 75 di Bumi Perkemahan Tusiang, Nagari Pasie Laweh Kecamatan Palupuh Agam. Kegiatan Jambore Jurnalistik mengangkat tema : “Bersama Media Nagari Maju,” Sabtu (23/1/2021).

 

Walinagari Pasia Laweh, Zul Arfin, S.E., M.M., menegaskan bahwa, “Nagari Pasia Laweh akan lebih maju dengan bantuan media, media akan menginformasikan berbagai wisata, kuliner, dan potensi yang terdapat di Nagari Pasia Laweh, yang mana pada akhirnya bertujuan mengatasi pengangguran anak kemenakan.”

 

Adapun tempat wisata yang terdapat di Pasia Laweh diantaranya ada Pemandian Aia Angek Lubuak Paranggai merupakan objek pertama yang bisa dikunjungi setelah memasuki wilayah Pasia Laweh dan juga terdapat kuliner khas Pasia Laweh yang menggunakan bahan dasar pisang.

 

Wartawan yang terlibat dalam Jambore Jurnalistik tidak hanya dari Kabupaten Agam, tetapi juga dari Bukittinggi, Payakumbuh, dan Lima Puluh Kota. Selain itu acara juga dihadiri oleh Bupati Agam terpilih Andri Warman (AWR) beserta Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Agam Fauzan Hutasuhud. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama PWI Agam dengan Wali Nagari Pasia Laweh, masyarakat dan pihak ketiga.

 

“Dalam kegiatan ini tidak ada sepersen pun kita menggunakan dana nagari, kita menggunakan dana bantuan dari masyarakat nagari secara gotong-royong, dan pihak ketiga yang tidak mengikat, seperti dari BNI Bukittinggi, Hotel Sultan Bukittinggi, BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Agam, dan lain-lain.”

 

Ketua PWI Kabupaten Agam, Mursyidi mengapresiasi dukungan Walinagari Pasia Laweh dalam menyelenggarakan Jambore Jurnalistik, dan ia juga menggambarkan peran penting media sebagaimana yang pernah diucapkan oleh Panglima Perang Prancis Napoleon Banaparte, “Saya lebih takut menghadapi satu pena wartawan daripada seribu bayonet musuh.”(Riyan)