Beranda POLITIK Wakil Ketua DPRD Dairi: Desak Dinas Pendidikan Segera Vaksin Guru Massal Kesiapan...

Wakil Ketua DPRD Dairi: Desak Dinas Pendidikan Segera Vaksin Guru Massal Kesiapan Jelang PTM

BERBAGI

Buser24jam.com, Dairi (Sumut) – Pemerintah masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang disebut menjadi PPKM Level 2 – 4 hingga 16 Agustus 2021 mendatang. Setelah itu, jika ada tren penurunan kasus Covid-19, maka PPKM Darurat ini akan dilonggarkan secara bertahap.

Lantas, bagaimana dengan nasib sekolah tatap muka?

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Wan September Situmorang, SH dengan tegas mengingatkan Kepala Dinas Pendidikan, JW Purba untuk segera melakukan persiapan pendataan sekaligus mengupayakan pelaksanaan vaksin massal Covid-19 kepada para guru.

Pasalnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tengah mengusulkan pelonggaran pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah di tengah pandemi Covid-19 kepada pemerintah pusat. Terlebih saat ini sekolah tatap muka terbatas telah dilakukan di hampir 35% wilayah Indonesia.

“DPRD meminta agar Kepala Dinas untuk tidak lalai dan mengusulkan vaksin massal kepada para guru mulai dari guru PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK. Ini penting sekali karena pembelajaran daring dan luring membuat kualitas/mutu pendidikan menurun,” ujar Wan September, Rabu (11/08/21).

Kader Partai Demokrat itu menambahkan, pelaksanaan vaksinasi Covid – 19 bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabah Covid-19.

Vaksin bermanfaat untuk memberi perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat Covid-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh.

“Kan aneh, bilamana PTM dibuka, namum guru belum menerima vaksin. Apakah proses PTM bisa berjalan baik? Kan tidak,” imbuhnya.

Situmorang mengatakan sesuai arahan pemerintah pada tahap awal pemberian vaksin ditujukan kepada seluruh Tenaga Kesehatan, Asisten Tenaga Kesehatan, Tenaga penunjang pada fasilitas pelayanan kesehatan dan kepada petugas pelayanan publik yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat termasuk para guru.

Ia juga tetap menganjurkan gerakan taat 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunandan membatasi mobilisasi dan interaksi protokol kesehatan).

Guru – guru yang belum terima Vaksin dilarang mengajar saat PTM

Diwaktu terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Jonni Waslin Purba, dengan tegas mengatakan Guru PAUD/TK, SD, SMP dan SMA/SMK yang belum divaksin Covid-19 dilarang untuk mengajar saat PTM dimulai.

“Guru wajib vaksin baru bisa mengajar saat PTM nanti,” jelas Purba.

Disinggung tentang jumlah guru yang saat ini sudah menerima vaksin pertama dan kedua, Purba menagatakan belum memiliki data pasti.

“Terima kasih telah mengingatkan kami soal vaksi terhadap guru. Akan segera saya surati sekolah untuk data itu. Dan itu sangat penting untuk persiapan bilamana PTM sibuka,” terangnya.

Jonni Waslin Purba mengakui dari seluruh Kepala Sekolah yang ada di Dairi, masih banyak guru yang belum melakukan vaksin. Ia mendorong guru-guru yang belum divaksin untuk mengikuti vaksinasi.

“Guru di Dairi berkisar 4000 orang dan sebagian besar belum divaksin. Jika guru tersebut belum divaksin, maka tidak boleh mengajar. Mengajar tetap dengan pembelajaran daring,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tengah mengusulkan pelonggaran pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah di tengah pandemi Covid-19 kepada pemerintah pusat.

“Kita sedang mengusulkan pelonggaran PTM,” kata Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek Jumeri, Jumat kemarin (06/08) di Jakarta seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Jumeri tidak menjelaskan apakah kebijakan yang diajukan adalah pelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2-4 atau setelah pembatasan itu berakhir.

Namun, Jumeri menjelaskan pengajuan pelonggaran PTM itu dilakukan karena sudah banyak pihak yang mendorong Kemendikbudristek agar segera membuka sekolah.

“Siswa, orang tua, guru sudah mendesak untuk bisa PTM,” tutur Jumeri.(®)