Beranda FAKTA & PERISTIWA Untung Tamsil, Hadiri Pemancangan Tiang Pancang Pembangunan Masjid Apung Al Afdan Fakfak

Untung Tamsil, Hadiri Pemancangan Tiang Pancang Pembangunan Masjid Apung Al Afdan Fakfak

BERBAGI

Buser24jam.com.Fakfak Papua Barat – Untung Tamsil, S.Sos., M.Si., Bupati Fakfak terpilih, Sabtu, 20 Maret 2021, pukul 06.30 WIT, menghadiri prosesi adat yang menandai pemancangan perdana tiang pancang pembangunan Masjid Apung Al Afdan di komplek Pasar Ikan Tanjung Wagom, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Nantinya, selain dibangun sebuah masjid apung, di lokasi ini juga akan dibangun dua buah gereja dan taman bermain yang dilengkapi dengan tugu satu tungku tiga batu, yang bentuknya berbeda dari tugu satu tungku tiga batu yang sudah ada.

Bupati Fakfak terpilih, Untung Tamsil berada di tengah-tengah masyarakat

Untung Tamsil dalam kesempatan ini menyampaikan, “Pembangunan Masjid Al Afdan yang nantinya akan dibangun juga dua buah gereja, merupakan ikon Kabupaten Fakfak, yang melambangkan filosofi satu tungku tiga batu,”

Sedangkan Oktavianus, konsultan proyek ini mengatakan, “Pembangunan masjid ini akan rampung dalam satu tahun. Masjid ini didesain mampu menampung 150 jamaah untuk ruangan di dalam,”

Dari gambar desain yang ada, masjid Al Afdan nantinya berdiri sejauh 200 meter dari bibir pantai. Di kanan dan kiri masjid, dibangun dua buah gereja. Sedangkan di tengah-tengah, dibangun sebuah taman, yang semuanya dihubungkan dengan jembatan.

“Pembangunan ikon satu tungku tiga batu ini, tentu akan menjadi destinasi atau tujuan wisata bagi masyarakat Fakfak. Selain itu, tentu lokasi ini akan menjadi icon ibadah bagi tiga umat beragama, yaitu umat Islam, Kristen Protestan dan Katolik,” imbuh Untung Tamsil.

Dengan dibangunnya tiga tempat ibadah sekaligus taman bermain yang berada di belakang Pasar Ikan Tanjung Wagom ini, berarti melengkapi taman satu tungku tiga batu serta lokasi wisata pantai yang saat ini telah ada, yang lokasinya cukup dekat.

Serangkaian prosesi adat dilakukan sebelum satu tiang pancang ditancapkan ke dasar laut.

Hadir dalam ritual adat ini antara lain, Raja Petuanan Fatagar, Taufik Heru Uswanas serta tokoh masyarakat dan tokoh adat di Kabupaten Fakfak.(Amatus Rahakbauw).