Beranda SOSIAL BUDAYA Sejumlah Elemen Masyarakat Meranti Dukung Penolakan Aksi Anarkis dan Pelanggaran Protokol Covid

Sejumlah Elemen Masyarakat Meranti Dukung Penolakan Aksi Anarkis dan Pelanggaran Protokol Covid

BERBAGI

Meranti,Buser24jam.com:

Pawai budaya tolak aksi anarkis dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 yang digelar ormas dan kepemudaan di Kabupaten Kepulauan Meranti, mendapat apresiasi dan dukungan dari sejumlah elemen masyarakat.

Seperti diungkapkan Ketua Paguyuban Banjar Kabupaten Kepulauan Meranti, Asmawi, bahwa aksi demo boleh saja dilakukan tapi tidak dengan anarkis dan tidak menghancurkan fasilitas pemerintah dan fasilitas umum.

Hal sama juga disampaikan Ketua Banser Kepulauan Meranti, Supeno. Mendukung Kepolisian Republik Indonesia untuk menciptakan situasi yang kondusif menolak segala bentuk kekerasan dan anarkis khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kemudian, dari Ketua PKBR Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabar Siregar. Dia mengatakan bahwa menolak adanya aksi anarkis dan mendukung polri untuk mewujudkan kamtibmas yang kondusif.

“Kami cinta damai, kami ingin Kabupaten Kepulauan Meranti aman dan kondusif,” ujarnya.

Selanjutnya, Ketua PKDP Kabupaten Kepulauan Meranti, ST. Ajontek berharap Kepulauan Meranti tetap kondusif, terlebih lagi dalam menyongsong Pilkada serentak, 9 Desember 2020.

“Kita menolak segala bentuk perbuatan anarkis khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti dan umumnya di Indonesia,” ucapnya.

Komunitas Sepeda Meranti Minion Club (MMC) juga menyampaikan hal sama. Mendukung Polri dalam menciptakan suasana kondusif dan menolak segala bentuk anarkis dan tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19.

Sebelumnya, Jumat (16/10/2020), ratusan massa dari ormas dan kepemudaan menggelar pawai budaya tolak aksi anarkis dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 di Jalan depan Ruang Terbuka Hijau (RTH) LAMR Kepulauan Meranti.

Di bawah pengawalan Polres Kepulauan Meranti dibantu Satpol PP, kegiatan ini berjalan tertib dan aman. Personel kepolisian ini juga tampak membagikan masker kepada peserta pawai.

“Kita mendukung dan menyepakati, bahwa kita menolak aksi anarkis dan mendukung agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Kita juga akan selalu mensosialisasikan ini kepada masyarakat,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Meranti, H Mustafa SAg MM.(Zamri)