Beranda SOSIAL BUDAYA Secuil Catatan Tentang Pantai Losari

Secuil Catatan Tentang Pantai Losari

BERBAGI

Buser24jam.com, Mamuju Tengah (Sulbar) – Losari yang pernah tampil menonjol di spanduk2 di bioskop2 di sebtero nusantara karena menjadi judul sebuah film; Senja di Pantai Losari, kini sudah berubah jauh terutama dari aspek pisik dan sudah barang tentu juga berpengaruh pada aspek emosional pengunjungnya terutama bagi mereka yg pernah menikmati romantisnya losari di senja hari tahu 80 ke bawah.

Di sini dulu, kami bertiga Charles Wiseman dan Suli’ Matius bersama beberapa aktifis pergerakan di Makassar pernah terkepung aparat.

Dulu losari pernah dijejeri nyiur yang memang familiar dengan pantai, kini berubah dengan anekah pohon.
Dulu losari digelar restoran terpanjang di dunia, kini jadi terpotong dengan hadirnya sebuah anjungan di tengah,
Dulu, sepanjang losari senja begini ( pk 17. 42 Wita) sudah dipenuhi penjual kacang goreng yg jadi trade mark losari masa itu.

Kini tak satupun mereka terlihat, padahal dulu mereka bertugas hingga larut malam menemani mereka yang sedang menikmati Losari senja hingga malam.

Dulu, iyah dulu losari memang tempat melepas kepengatan warga Ujung Pandang karena Losari masih lapang, sejauh mata memandang hanya lautan.
Kini, mulai terkepung bangunan belakang, samping kiri kanan, dan depan pun aneka bangunan mulai tumbuh.
Bagi yang pernah menikmati losari masa lalu pasti menggerutu, tapi to kita tak bisa berkata; kembalikan Losariku.(Hamsa)

Sumber: Kobu’ losari, sebelasenamduakosongduasatu.