Beranda FAKTA & PERISTIWA Puluhan Wartawan Sumsel Di Usir Saat Meliput Di Jalan Tol Palembang Betung

Puluhan Wartawan Sumsel Di Usir Saat Meliput Di Jalan Tol Palembang Betung

BERBAGI

Bayuasin,Buser24jam.com:

Disayangkan sikap yang diambil oleh karyawan Waskita pada acara peresmian jalan tol kapal betung didesa musi landas kecamatan sembawa Kabupaten Banyuasin, sehingga rekan2 media tidak diperbolehkan untuk masuk ke bawah tenda untuk melakukan kegiatan jurnalistik pada acara tersebut”

20 Jurnalis media Online yang ada di Banyuasin Sumsel di usir ketika Meliputi acara Groundbreaking Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Bupati Ruas Palembarg-Betung, Kamis (15/10/2020

Hal itu di ucapkan oleh karyawan waskita yang berjaga didepan pintu masuk, menanyakan surat undangan dari pihaknya, dijawablah oleh rekan dari beberapa media, kami tidak ada undangan lalu karyawan waskita masuk meninggalkan rekan-rekan media.

Namun disayangkan di selah-selah acara yang sangat sakral mereka dari pihak waskita berbicara seperti itu tentu secara tidak langsung sama saja dengan mengusir awak media cetak dan online yang datang dari Banyuasin

Senada yang disampaikan oleh Ari Anggara dan Hardaya selaku penggiat jalanan atau dengan kata lain aktivis. Saat dilokasi acara peresmian jalan tol kapal betung. Menyayangkan hal itu terjadi pada pada rekanan media yang datang dari jauh untuk melaksanakan tugas jurnalisnya.

“Kita menyayangkan pernyataan tersebut yang seolah-olah menyudutkan (pengkerdilan) rekanan media yang akan melaksanakan peliput kegiatan dilokasi itu, tegas kedua Aktivis ini.

Sementara Itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Banyuasin, Diding Karnadi, meyangkan pengusir kepada terhadap wartawan media Online yang bertugas di Kabupaten Banyuasin yang sedang mau meliputi Acara Groundbreaking
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Bupati Ruas Palembarg-Betung. jelasnya

“Kita sangat menyesalkan kejadian itu masih adanya tindakan yang menghalang-halangi dan bahkan mengusir wartawan saat mau peliputan, ini jelas melanggar UU Pers dan ini akan kami tindaklanjuti agar tidak terus terjadi hal seperti ini,” tegas Diding Karnadi Ketika di hubungi Melalui Ponsel

Menurut Diding, tindakan menghalangi kegiatan jurnalistik jelas diatur di dalam UU Pers No 40 Tahun 1999 pada Pasal 18 Ayat (1) yang menyebutkan, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

“Sangat jelas bahwa wartawan dalam melaksanakan tugasnya dilindungi UU Pers No 40 Tahun 1999,” sebut Diding ungkapnya.(Mastari)