Beranda EKONOMI Pertamina EP Tarakan Terus Inovasi Peningkatan Produksi Migas

Pertamina EP Tarakan Terus Inovasi Peningkatan Produksi Migas

BERBAGI

buser24jam- Tarakan Kalimantan Utara. Di tengah kondisi triple shock yang dihadapi Pertamina EP saat ini akibat Pandemi, Pertamina EP Tarakan Field masih terus berkomitmen untuk memberikan inovasi-inovasi dalam rangka upaya peningkatan Produksi Migas.

Isrianto Kurniawan selaku Tarakan Field Manager mengatakan akhir tahun 2020, Pertamina Tarakan Field telah memulai inisiasi tersebut yang saat ini telah full implemented di tahun 2021 yaitu Melakukan Reaktivasi/Reopening Sumur-Sumur lama yang telah ditinggalkan

Lapangan Tarakan, khususnya struktur Pamusian memiliki jumlah 1.200 sumur tidak aktif. Ini menjadikan peluang bagi Pertamina Tarakan Field untuk mengaktifkan kembali sumur-sumur tidak aktif dengan potensi rata-rata produksi 15 BOPD/sumur.

Tahun 2021 ini, tercatat Pertamina EP Tarakan Field berhasil mengaktifkan kembali sumur-sumur tidak aktif sebanyak 10 sumur (~ 1% dari total sumur tidak aktif) dengan total peningkatan produksi mencapai 150 BOPD. Tambah Muhammad Ramadhan selaku
Engineer Petroleum PT Pertamina EP Tarakan Field.

Success ratio yang diperoleh pun cukup tinggi hingga 80% sehingga job serupa seperti ini masih terus dikampanyekan mengingat kegiatan ini bersifat, Low Cost, Massive Impact, dan Inovatif (LOCOMOTIVE). Tambah
Muhammad Ariq Dewantara, Jr. Engineer Petroleum

Yudha Kusuma Rizal Selaku Asisten Manager Petroleum Engineering menambahkan “filosofi LOCOMOTIVE ini juga menginspirasi kami bahwa sumur yang berhasil dapat memberikan gambaran dan efek domino yang bagus untuk memproduksikan sumur-sumur selanjutnya agar berhasil,” ujarnya

Upaya ini tentu dilakukan dengan melibatkan seluruh fungsi di bawah Pertamina Tarakan Field dan dukungan penuh dari Manajemen Pertamina EP Tarakan Field.

“Dapat dibayangkan, jika 1% sumur telah berdampak dengan 150 bopd peningkatan produksi, maka Tarakan Field terus mengkampanyekan kegiatan ini untuk mencapai minimal 2% sumur tidak aktif saat ini dapat diproduksikan selama tahun 2021, serta berkelanjutan,” tutur Yudha.( Fendy )