Beranda FAKTA & PERISTIWA Pelaku Penganiayaan Anaknya di Tuntut 3 Bulan Penjara, Ko Amoi Minta Keadilan

Pelaku Penganiayaan Anaknya di Tuntut 3 Bulan Penjara, Ko Amoi Minta Keadilan

BERBAGI

Buser24jam.com, Medan, Sumut – Gawat dan tidak berlandaskan keadilan, mungkin kata ini yang bisa ditujukan kepada Jaksa Penuntut Umum Eko Maranata Simbolon yang telah mengajukan tuntutan terhadap Sandi Setiawan Dkk dan 3 orang rekannya masing-masing dengan hukuman ringan 3 bulan penjara.

Tuntutan yang diajukan Jaksa kepada Sandi Setiawan Dkk itu, di Pengadlan Negeri Lubuk Pakam yang bersidang di Labuhan Deli/Simpang Kantor, pekan lalu, dinilai tidak sesuai dengan KUHP Pasal 170 Jonto 351 penganiayaan secara bersama-sama terhadap korbannya Rudy (35) warga Pasar VII No.15i Dusun VII Bandar Khalipa, Kecamatan Percut Sei Tuan.

“Kami keluarga mohon keadilan dan kepastian hukum atas tuntutan Jaksa Eko Maranata Simbolon yang terlalu ringan mengajukan tuntutan masing-masing 3 bulan kepada Sandi Setiawan Dkk pelaku penganiayaan terhadap anak saya Rudy itu,” kata Ibu Ko Amoi (70) orang tua kandung Rudi warga Jalan Tentram Medan pada wartawan di Medan, Kamis (19/8/2021).

Ko Amoi menyebutkan, akibat tuntutan Jaksa Penuntut Umum itu, jiwanya sangat teriris dan kecewa berat dan minta tuntutan itu dirubah dan dikenakan lebih berat sesuai Pasal 170 KUHP Jonto 351 terhadap Setiawan Dkk.

Menurutnya, tuntutan Jaksa Penuntut Umum Eko Maranata Setiawan ini, sangat berbanding terbalik pada kasus penganiayaan anak perempuannya 2 tahun lalu, yang dikenakan tuntutan 2 tahun 8 bulan yang menolak pacarnya dalam keadaan mabuk datang ke rumah. Karena, pada saat itu anaknya tidak senang dengan pacarnya lalu mendorongnya sehingga luka tergores.

“Tuntutan Jaksa yang sama ini sangat bertolak belakang dengan tuntutan anak saya Rudy saat ini, dan saya sudah dizolimi dengan tuntutan 3 bulan kepada oknum Sandi Setiawan Dkk hanya masing-masing 3 bulan penjara,” imbuh Ko Amoi.

Dia juga sangat menyesalkan, saat Jaksa Penuntut Umum itu mengajukan tuntutan terhadap Sandi Setiawan Dkk sangat terburu-buru dan pada saat itu tidak didampingi oleh keluarganya. Sedang pada sidang lanjutan tanggal 18 Agustus 2021, tidak jadi dilakukan dan dimundurkan menjadi 28 Agustus 2021 mendatang.

“Saya minta Pengadilan Negeri Lubuk Pakam yang bersidang di PN Labuhan Deli/Simpang Kantor memutuskan hukum yang setimpal kepada Sandi Setiawan Dkk sesuai pasal yang diajukan pasal 170 Jonto 351 penganiayaan bersama yang hanya dituntut masing-masing 3 bulan penjara.

Peristiwa penganiayaan terhadap anaknya Rudi terjadi pada tanggal 16 Maret 2017 dan baru diproses setelah 4 tahun lebih setelah pihak keluarga menghubungi pihak terkait di Medan hingga sampai ke Jakarta.

Peristiwa itu terjadi pada pukul 11:00 Wib Malam tanggal 16 Maret 2017 dikediamannya Pasar VII Tembung Dusun VII Bandar Klipa Kecamatan Percut Sei Tuan. Pada saat itu Rudi ingin menutup pintu pagar rumah dan turun dari Lantai II.

Sesampai di bawah tiba-tiba didatangi Sandi Setiawan Dkk dan melakukan penganiayaan dengan alasan pengguna barang terlarang. Rudy berusaha menjelaskan, namun tidak digubris sampai melakukan visum dan melaporkan kejadian itu kepada pihak Kepolisian.

Ketua DPD LSM Penjara Sumut Adiwarman Lubis ketika dihubungi membenarkan hal itu dan terus memantau perkembangan putusan Pengadilan PN Labuhan Deli ini.

(Red.)