Beranda HUKUM & KRIMINAL Pantaun Adanya Dugaan Ilegal logging Panglong Tj Laut Bontang Selatan

Pantaun Adanya Dugaan Ilegal logging Panglong Tj Laut Bontang Selatan

BERBAGI

Buser24jam- Bontang selatan.kalimantan Timur.indonesia. Hingga kini aktivitas penebangan, pengolahan, penampungan dan transaksi jual beli kayu bahan jadi (papan dan broti) yang di lakukan oleh oknum tak bertanggung jawab di kota Bontang khusus nya di jln.ir.H.juanda No.8 tj laut indah Bontang sel. propinsi Kalimantan timur masih terlihat berjalan lancar.

Berdasarkan dari bermacam nara sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan lancarnya kegiatan atau aktivitas penebangan dan penjualan kayu hasil hutan tebangan liar oleh masyarakat tersebut di duga akibat tidak adanya niat atau keinginan para oknum berkompeten di kota Bontang dan sekitarnya untuk melarang maupun mencegah dan menindak para oknum pelaku bisnis logging tersebut yang diduga Ilegal.

Aktivitas penebangan, pengolahan dan penjualan kayu ilegal hingga saat ini dari sejumlah panglong (gudang penampungan dan penjualan kayu bahan jadi) masih terlihat berjalan langgeng. Padahal dalam Undang Undang Republik Indonesia No 40 tahun 1999, tentang Kehutanan telah sangat jelas tertulis, bahwa perbuatan merambah, menebang, mengolah dan menjual kayu secara ilegal mendapat sangsi pidana kurungan dan denda administrasi

Namun pihak aparat Kehutanan dan Kepolisian Republik Indonesia Sektor Bontang maupun Polda Kalimantan timur, masih terkesan melakukan pembiaran terhadap kegiatan ilegal tersebut.

“Apa mungkin aparat Polisi Kehutanan dan oknum sektor Polres Bontang tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut di wilayah hukumnya.

Sementara sesuai informasi yang di rangkum media ini di kota Bontang khusus nya di jl. ir.H.Juanda No.8. tj.laut indah, Bontang sel, propinsi Kalimatan Timur, ada pelaku bisnis ilegal logging yakni inisial AW salah satu pengolah yang paling lancar, Kalau tidak salah soal kegiatan ilegal longging ini telah berapa kali di publikasi media online. Tetapi hasilnya NIHIL,” ujar sumber lain yang tidak di sebut namanya 16/10/2021: (FENDY GETRIN)