Beranda HUKUM & KRIMINAL Mendapat Ancaman keselamatan Jiwa, Oknum Wartawan Minta Perlindungan Polisi

Mendapat Ancaman keselamatan Jiwa, Oknum Wartawan Minta Perlindungan Polisi

BERBAGI

Buser24jam- Pangkalanbaru Bangka

Merasa keselamatan jiwa oknum wartawan terancam oleh seorang pelaku penambang timah ilegal di jalan pesantren kampung kunyit desa Batu belubang kecamatan Pangkalan Baru Bangka Tengah. Diketahui Rio (46) merupakan berprofesi sebagai wartawan media online di Pangkalpinang saat bertindak menjalankan profesinya mencari berita investigasi lapangan entah mengapa tiba tiba diancam dengan gunakan senjata tajam jenis parang panjang oleh salah satu pekerja tambang yang tidak ia kenal identitasny pada siang hari 7/6/2022.

Menurut pengakuan Rio dari arah lokasi tambang berjarak sekira 50 meter ada suara orang marah marah seakan tidak merestui kehadiran di tempat tersebut hingga saya lihat salah satu orang berupaya mengejar dengan membawa parang panjang, melihat keadaan yang tidak kolusif dan merasa tidak nyaman untuk berupaya menghindar dengan sepeda motor. Namun orang itu tetap mengejar gunakan motor lain.

BACA JUGA:  Jual Daun Ganja Kering, Seorang Wanita Ditangkap Resnarkoba Polres Kampar di Kota Pekanbaru

Rio juga menjelaskan sekitar lima kilometer lebih kejar kejaran hingga saya berupaya mencari perlindungan, beruntung disekitaran ada toko klontong diketahui milik kamsiah saya pun menghentikan kendaraan dan masuk kedalam untuk selamatkan diri. Sementara orang yang mengejar tadi sesambil memegang parang tersebut juga berhenti dan menunggu di depan warung.

“Keluar, keluar,” kata orang itu, sambil tetap memegang parang. Melihat kondisi yang membahayakan tersebut, suami pemilik warung, melarang orang yang membawa sajam mengejar wartawan tersebut agar tidak memasuki warung.

Menurut keterangan kasmiah “Saya lihat Pak, orang itu pakai parang menunggu di luar warung. Karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, orang itu ditahan suami saya agar tidak masuk warung. Kami takut terjadi perkelahian di dalam warung ini,” Beberapa menit kemudian, pengejar wartawan ini akhirnya menghentikan aksinya, lalu kembali ke arah Desa Batu Belubang. Melihat kondisi yang aman, Rio langsung keluar warung dan menuju ke Kantor Polsek Pangkalanbaru.

BACA JUGA:  Colt Diesel Isuzu Elf Raib Di Depan Warung Mie Aceh Berastagi

Tiba di Polsek, Rio langsung membuat laporan pengancaman, yang diterima dan diproses oleh Kepala SPKT 1 Polsek Pangkalanbaru Aipda Ferry Andika, Selasa (7/6/2022) sekitar pukul 13.00 WIB.

Rio menceritakan kronologis dirinya daria awal hingga dikejar pelaku menggunakan parang panjang. Pada Selasa (7/6/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelumnnya diketahui :

Dirinya mendapatkan informasi bahwa ada kegiatan aktivitas tambang di lahan Mertua Kades Batu Belubang. Menurut keterangan Warsih, pengelolah tambang di lahan mertuanya tersebut adalah Ramon, warga Batu Belubang dan seorang oknum anggota polisi inisial BB.

Dalam pengakuannya bahwa “Lahan itu betul milik mertuanya. Sedangkan bos tambang di lahan itu adalah warga Batu Belubang bernama Ramon ( belum diketahui orangnya), dan satunya lagi anggota bernama BB. Tapi saya tidak tahu Pak BB ini dari kesatuan mana,”ujar Warsih yang diwawancarai media ini, Sabtu (28/5/2022) lalu menyebutkan bahwa ada aktivitas tambang tanpa izin di lahan mertuanya.

BACA JUGA:  Polda Riau Tangkap Kaki Tangan Bandar Narkoba Internasional, Uang Rp 1 Milyar Lebih Disita

Media ini mencoba mengkonfirmasi kepada oknum kepolisian iniasial BB yang disebut oleh Kades Warsih sebagai salah satu pengelolah tambang illegal di lokasi lahan mertuanya tersebut, yang menjadi lokasi pelaku pengancaman hingga terjadi pengejaran terhadap Rio. Hanya saja ketika media ini menelpon pada Selasa (7/6/2022) sekitar pukul 13.04 WIB, BB tidak merespon. Dua kali ditelpon, BB juga belum merespon, juga sempat mengkonfirmasi kepada Babhimkabtimas Desa Batu Belubang, Nodi Gunawan. Selasa (7/6/2022) sekitar pukul 13.22 WIB. ( Red )