Beranda SOSIAL BUDAYA Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN, Faisal Jumalang: Akan Melakukan Pemanggilan Terhadap Plt Kadis...

Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN, Faisal Jumalang: Akan Melakukan Pemanggilan Terhadap Plt Kadis Transmigrasi dan Lurah Tapalang

BERBAGI

Buser24jam.Com, Kota Mamuju (Sulbar) -Satu orang saksi, dihadirkan di Gakkumdu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mamuju, menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan tiga orang ASN.

Plt. Dinas Transmigrasi, Inisial R dan Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Mamuju H, serta Lurah Tapalang, L disurati Bawaslu.

Sebelumnya, tim Lawyer Habsi-Irwan melaporkan Plt. Transmigrasi dan Kepala bidang Dinas Perhubungan Kabupaten Mamuju.

R dan H dilaporkan ke Bawaslu Mamuju oleh tim Lawyer Habsi-Irwan, berupa foto dan video dirinya beredar di Media Sosial pada saat kampanye di Desa, Tapalang, Kecamatan Tapalang.

Sementara L Lurah Tapalang ikut dalam mengkampanyekan paslon. L juga Istri dari R.

Dalam video tersebut, R mengancam pemindahan pegawai dan tenaga kontrak jika Calon Nomor Urut 1 terpilih dan tidak ikut mencoblosnya.

Saksi yang dihadirkan Bawaslu Mamuju hadir pada saat kampanye Irdin Macia membenarkan, Plt Dinas Transmigras Mamuju R dalam kampanye secara terang-terangan mengancam pemindahan pegawai dan tenaga kontrak.

“Yang jelas Pak ‘R’ bilang kalau kami menang malam ini saya bilang pindahkan,” jelas Irdin, sembari mengulangi perkataan Rusdianto dalam kegiatan kampanye.

Selanjutnya Irdin menjelaskan, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Mamuju, hanya sebatas mengajak masyarakat tidak melakulan ancaman.

“Kalau yang saya dengar, ‘H’ bilang waktu kampanye teriak mengarahkan masyarakat,” lanjutnya.

Koordinator hukum dan penindakan, Bawaslu Mamuju, Faisal Jumalang mengaku pihaknya sudah melakukan pembahasan di Sentra Gakkumdu sebagai tindaklanjut temuan.

“Karena masih dalam proses penanganan pelanggaran, jadi adapun itu dan Insha Allah Bawaslu akan tetap dalam koridor dan profesional,” ungkapnya.

Faisal menjelaskan, pihaknya akan melakulan pemanggilan kedua untuk Plt. Transmigrasi, dan Lurah Tapalang. Ia mengaku bahwa proses penanganan kasus ini sangat pendek yaitu hanya lima hari dan paling lambat hari sabtu sudah harus ada tindaklanjut.

“Yang harus dipanggil lagi, dan harus ada pembahasan di hari sabtu, apakah akan disidik, dan ini akan bergulir terus,” sebutnya.(Ad/Din)