Beranda SOSIAL BUDAYA Limas TPS 03 Ketua PTPS dan PPS Desa Berkalar Keberatan Insa Pers...

Limas TPS 03 Ketua PTPS dan PPS Desa Berkalar Keberatan Insa Pers Nasional Berada Didalam Ruang TPS

BERBAGI

Buser24jam.com, Berkalar -Siak: Pemilihan umum/Pilkada serentak thn 2020 jatuh pada hari rabu tanggal 09-Desember-2020 termasuk kabupaten Siak,memiliki 3 pasangan calon kandidat pada pilkada serentak tahun ini dan menganut azas langsung,umum,bebas dan rahasia(luber)

Saat insan pers/awak media berada didalam ruang TPS 03 Desa Bekalar ingin memantau pelaksanaan pilkada dengan menggunakan baju fpii dan menggantungi id card media meminta izin kepada limas TPS 03 untuk memasuki areal/ruangan tps 03 desa bekalar dengan melaksanakan protokol kesehatan dengan mencuci tangan,menggunakan masker dan di periksa suhu tubuh insan pers/awak media,

Tidak lebih dari 1 menit insan pers/awak media berada di ruangan tps 03 desa bekalar kec.kandis kab.siak awak media belum sempat mengeluarkan alat kerja,limas tps 03 bermarga dap-dap berpakaian preman menggantungkan identias merasa keberatan insan pers/awak media berada diruangan tps 03 tersebut dan melaporkan hal ini kepada ketua kpps 03 desa bekalar secara lisan dengan nada tinggi meminta ketu kpps melaporkan ke kpu(pps) kelang beberapa menit ketua pps desa bekakar yaitu : jorot sinaga mengirim berita singkat whats App (wa) kepada istri insan pers/awak media kebetulan panwas desa bekalar yang berbunyi: mohon maaf buk…tolong bapa jangan masuk kedalam ruangan tps.karna ada saksi yg mempertanyakan saya…karna setahu saya ibu yang PANWAS….mohon maaf ya buk (indikasi melanggar UU No 40 thn 1999 pasal 18 ayat 1)

Insan pers/awak media tidak mau timbul keributan dalam hal ini awak media mengalah untuk keluar dari tps 03 desa bekalar sebelum insan pers/awak media meninggalkan tps 03 awak media mengajak ngobol sebentar sama limas tersebut tapi limas tersebut menolak dengan alasan sedang tugas. Lalu awak media sempat menyampaikan berdasarkan UU No 14 thn 2008 dan UU No 40 thn 1999 mentri sekalipun tidak bisa menghalangi tugas pers nasional dan limas tps 03 desa bekalar pak Dap Dap mengatakan kepada awak media/insan pers dia tidak tahu karna dirinya tidak di BINTEK (BIMBINGAN TEHNIK) dari KPU(PPK Kec.Kandis)

Mwnurut PKD (PANWAS DESA) Desa Bekalar mengatakan yang dilakukan mereka dalam hal mengusir pers dari ruangan tps sudah sesuai peraturan KPU bahwa yang boleh ada didalam ruangan hanya pelaksana dan masyarakat yang akan menyalurkan pilihannya. Keterangan PKD tersebut meneruskan keterangan komisioner panwascam kec.kandis yaitu: Ir.syaripudin. saat awak media mengkompirmasikan kepada Ir.syaripudin sebagai komisioner panwascam kec.kandis Divisi penindakan membenarkan keterangan PKD tersebut.

Saat awak media mengkompirmasikan kejadian di tps 03 desa bekalar kepada ketua *PPK* kec. Kandis yaitu:Bapak Rosli Sag Via whats App (wa)
Insident keberatan/larangan awak media di ruangan TPS 03 Desa Bekalar. Apa ada Juknisnya dan peraturan awak media dilarang meliput di areal/ruangan pemilu/TPS kecuali di bilik suara pak?…
tidak memberi keterangan apapun (padahal sudah contreng dua biru) sampai rilis berita ini di buat tdk ada jawaban dari ketua *PPK* Kec.Kandis secara resmi

Salah satu anggota ppk kec kandis yang tidak di sebutkan namanya oleh awak media memberikan informasi (sesuai UU No 14 thn 2008) yaitu setiap tps memiliki anggaran sebesar Rp.500.000/tps untuk digunakan sewa tenda. Dalam pantauan awak media didesa bekakar tidak ada satupun tps menggunajan tenda (dari tps 01 s/d tps 09) melainkan menggunakan gedung inventaris perusahan,pemerintah dan gedung MDA/sekolah. Saat awak media mengkompirmasikan mengenai gedung yang di pakai pilkada kepada salah satu Kadus Desa Bekakar sekaligus karyawan salah satu perusahan mengatakan tidak ada sewa gedung(gratis) jadi anggaran sewa tenda ya dibagi bagi sama kpps.tutup pak kadus.

Diduga keras kemungkinan faktor ini membuat PPS dan jajarannya risih keberadaan insan pers/awak media di lokasi tps.

Liputan:Irianto Ketaren sh