Beranda EKONOMI Kontraktor Proyek Peningkatan Jalan Newport Abaikan Aturan K3

Kontraktor Proyek Peningkatan Jalan Newport Abaikan Aturan K3

BERBAGI

Buser24jam-Pangkalpinang Bangka. Kegiatan pembangunan peningkatan jalan newport ( Pelabuhan Baru ) di lintas timur tidak jauh dari jembatan EMAS. Terpasang papan nama proyek bertuliskan keterangan oleh kontraktor PT Fajarindah satianugraha dengan nomor kontrak 06/SP/APBD/BM/PU-PR/2021 tanggal 10 Juni 2021. Dengan nilai kontrak 8,285,890,000,00 (Delapan Milyar Dua ratus Delapan Puluh Lima Juta Delapan Ratus Sembilan Puluh Ribu Rupiah)

 

Berlangsungnya pelaksanaan proyek oleh kontraktor ternama diduga belum mampu memenuhi aturan keselamatan kerja secara nyata hal ini terpantau awak media bahwa masing masing pekerja tidak satupun yang menggunakan alat keselamatan kerja seperti rompi jaring yang wajib digunakan apalalagi alat keselamatan lainnya,10/9/2021

Pantauan awak media dilapangan persiapan oleh Kontraktor berupa matrial pembangunan berupa pasir, batu seplite, besi coor dan matrial lainnya yang tergeletak di badan jalan juga tidak ada pemasangan pembatas jalan, hal ini sangat berisiko bahaya dari kendaraan yang melintasi, pada sudut jalan terdapat bangunan dari papan juga digunakan sebagai gudang maupun tempat tinggal pekerja proyek tidak adanya bendera keselamatan kerja padahal pemasangan bendera K3 sudah dituangkan dalam Kepmenker No 1135/MEN/1987 maupun papan informasi K3, dan berisi Kinerja K3 dan informasi K3 bahkan rambu peringatan tentang keselamatan kerja.

Dibawah teriknya matahari pekerja membentuk kerangka cor dengan batangan besi ulir yang juga dikerjakan di badan jalan diantara hilir mudik kendaraan melintasi tumpukan tanah berdebu hingga berterbangan mengikuti arah angin diangap adanya pemasangan rambu peringatan ” Hati hati ada pekerjaan saluran” beberapa pekerja saat dikonfirmasi awak media tidak banyak menjelaskan yang hanya katakan kami cuma pekerja saja dan kalau urusan lain kami tidak mengetahui coba nanti tanyakan kepada pengawas proyek kebetulan pengawas saat ini tidak ada ditempat, kalau keluar masuk barang logistik memang bagian saya pak, ujar Asen sambil mencatat material masuk. Hingga berita ini dipublikasikan awak media berupaya mendapatkan konfirmasi petugas berwenang (Rusnadi)