Beranda FAKTA & PERISTIWA Bungga, Hingga Usia Kandungan Memasuki 6 Bulan Belum Mendapatkan Pertanggung Jawaban

Bungga, Hingga Usia Kandungan Memasuki 6 Bulan Belum Mendapatkan Pertanggung Jawaban

BERBAGI

Buser24 jam- Belinyu Bangka. Meski usia kandungan bunga yang kini memasuki 6 bulan tetap tegar menjalini kehidupan bersama Ibu kandungnya dan orang tua Tirinya. Bungga (22) th yang juga memiliki kekurangan mental berupa tuna runggu namun dapat mendengar, bisa menulis dan membaca seperti anak anak lainnya.

Kesehariannya Bunga bersama orang tuanya berkehidupan pas pasan dengan membantu orang tuanya Bungga bersama adiknya membantu keluarga dengan berjualan cabei disekitaran lingkungan kampung Gunung Muda Belinyu – Bangka pada sore hari, diam diam Bunga punya hubungan kedekatan dengan pria kampung diketahui bernama RN (22) th.

Menurut pengakuan Bunga dan Madu pun hingga menjalani hubungan badan diluar nikah yang dilakukan dirumah kediaman Madu diketahui setelah hubungan badan tanpa nikah di bulan selanjutnya Bunga muntah muntah” ibu bunga memberikan sedikit obat namun tetap saja pusing mual tidak kunjung sembuh Ibu Bunga penasaran kekuatiran keluarga bunga semangkin menjadi jadi dengan rasa penasaran akhirnya bunga (dengan bahasa tubuh) mengakui kepada orang tuanya bahwa ia hamil.

Orang tua Bunga saat dijumpai awak media buser24.com pernah menyampaikan sejak diketahui bunga hamil bunga mengakui dihamili oleh Madu dirumah kediaman madu kami pun menghampiri keluarga madu tidak jauh dari rumah kami untuk minta pertanggung jawaban dari perbuatan dilakukan, Bungga dan Madu untuk segera menikah. Pihak laki lak tidak keberatan dan masing masing mempersiapkan kebetuhan Pra nikah yang akan dilakukan pada hari yang ditentukan, 27 /2/2021 bulan yang lalu

Singkat cerita perencanaan pernikahan Bunga dan Madu batal pada saat pengurusan administrasi di Kantor Urusan Agama (KUA) karena pihak keluarga perempuan (bunga) tidak menerima perkataan dari pihak laki laki mengungkapkan pernikahan ini hanya menambal kuali bocor terlebih lagi awalnya laki laki (Madu) tidak mengakui perbuatannya dihadapan KUA mengatakan habis nikah langsung cerai hal, hal ini pengakuan Madu dihadapan saksi dan dihadapan keluarga perempuan dan laki laki, keadaanpun tidak sebaik lagi diantara keduanya.

Keluarga perempuan (bunga) menambahkan biarlah bungga hamil tanpa bapak biarlah kami sekeluarga menanggung malu kalau keluarga (Madu) tidak bertanggung jawab dalam hal ini hingga tidak mengakui perbuatannya bahkan menghina kami. Urusan perbuatan yang dilakukan kedua muda mudi inipun tidak cukup sampai sampai disitu saja.

Hari demi hari usia kandungan bunga semangkin membesar hingga semangkin tercium aroma yang kurang sedap atas perbuatan dilakukan hingga adanya perselisihan diantara kedua belah keluarga akhirnya diadukan oleh pihak perempuan (bunga) ke Dinas Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) kabupaten Bangka Induk.

Dinas PPA kabupaten Bangka Tengah melalui Kepala UPTD Sahroni membenarkan adanya peristiwa seorang muda mudi asal belinyu hamil diluar nikah yang juga diketahui perempuan tersebut juga memiliki kekurangan yaitu tuna runggu. Kami dari PPA kabupaten Bangka Induk berupaya memediasikan kepada kedua pihak untuk jalan pertanggung jawaban dengan pernikahan.

Sahroni menambahkan PPA Kabupaten Bangka Induk dalam hal ini tidak diam dan selalu menggiring permasalahan ini hingga adanya penyelesain. Kami pun tetap berkomunikasi kepada pihak polsek setempat mengenai permasalahan ini, ujar Sahroni, saat dijumpai 5/4/2021.(Rus/wwt)