Beranda SOSIAL BUDAYA Kebobrokan Sistim Pemerintahan Desa Cempakian Terkuak Aparat Desa Kasak Kusuk Masyarakat Minta...

Kebobrokan Sistim Pemerintahan Desa Cempakian Terkuak Aparat Desa Kasak Kusuk Masyarakat Minta Kejaksaan Lanjutkan Peroses Hukum

BERBAGI

Buser24jam.com, Langkat ( Sumut ) -Kebobrokan sistim Pemerintahan Desa Cempa Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Sumatera Utara kian terkuak pasalnya, Terkait keterangan Kaur Kesra Desa Cempa tentang Anggaran Dana Covit 19 dari Anggaran Dana Desa ( DD) tahun 2020 yang di katakanya “ Ada beberapa Aitem yang tidak saya tandatangani dan saya tidak mauterlibat“ bahkan di sebutkanya yang salah itu salah dan yang benar itu tetap benar ,membaca dan menyikapi berita yang di langsir BUSER24.COM baru – baru ini dari keterangan ( LE ), Aparat Desa Cempa kasak – kusuk , Masyarakat minta Kejaksaan Negeri Langkat lanjutkan pemanggilan dan pemeriksaan sampai keperoses Hukum.

Menurut keterangan Kaur Kesra Desa Cempa berinisial (LE) baru – baru ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan menjadi tanda Tanya besar, kenapa sampai saat ini Kaur Kesra tidak mau menandatangani beberapa aitem berita acara tentang Dana Covit 19 tahun 2020, padahal anggaranya sudah di belanjakan dan di laksanakan dan menurut Kaur Kesra Kepala Desa sudah beberapa kali memintanya untuk menandatangani berita acara tersebut tetapi saya tidak mau cetusnya.

Bukan itu saja kata kaur Kesra (LE) mengatakan Dana penyemprotan Covit 19 tahun 2020 dari Dana Silva , berarti dari sisa anggaran Dana Desa (DD) tahun 2019, sungguh membingungkan ada apa sebenarnya sistim pemerintahan Desa Cempa yang di pimpin oleh Kepala Desa ( M.S ) apakah adanya “ dugaan penyelewengan anggaran dan penggelembungan jumlah pembelian barang “ sehingga kaurnya sendiri tidak maumenandatangani beberapa aitem berita acara tersebut.

Ditambah lagi keterangan warga tentang pemberian masker tidak semunya mendapat, kalau ada bagi-bagi masker kenapa kami tidak dapat bang , kami kan juga masyarakat Desa Cempa, walaupun maskernya “ mirip popokbayi “ ( alamak di manapulak di buat itu dan berapa pula harganya ,apakah sesuai setandart kesehatan ) kata warga menerangkan kepada BUSER24. COM di Desa Cempa.

Dari keterangan Kaur Kesra tidak mau menandatangani beberapa aitem beberita acara termasuk tentang penggunaan anggaran pembelian dan pemberian masker kepada masyarakat dan yang lainya,ini patut diduga adanya manipulasi data ‘oleh aparat Desa terkait.

Masyarakat Desa Cempa berharap dan meminta Aparat Penegak Hukum dalam hal ini ,Kejaksaan Negeri Langkat yang telah memangil Kepala Desa , Sekertaris dan Bendahara Desa baru-baru ini, dapat penjelasan untuk melakukan pengembangan , sehingga masyarakat tidak merasa bingung dengan keterangan yang dianggap berbelit-belit oleh Aparat Desa di sana.

Warga juga berharap Kejaksaan Negeri Langkat dapat memanggil Kaur Kesra(LE) yang memberikan keterangan tidak mau menandatangani beberapa aitem berita acara , tentunya dalam hal ini terlihat adanya kejanggalan dan ketidak cocokan antara Kepala Desa selaku pimpinan dan Kaur Kesra sebagai bawahan dalam masalah Anggaran Covit 19 tahun 2020 , bahkan di katakan Kaur Kesra tersebut saya tidak mau terlibat, yang benar itu benar yang salah itu tetap salah katanya.

Dan kalau memang benar adanya “ diduga memanipulasi anggaran yang terlebih kegunaanya untuk bantuan dampak Covit 19 “ ,ini benar-benar tidak dapat di tolelir sebab tidak mengindahkan instrusi Pemerintah Pusat, dimana Dunia dan Negara yang kita cintai ini dilanda musibah wabah Covit 19 Corona. Periksa Aparat Desa terkait dan kalau memang tebukti bersalah jebloskan kepenjara ,DO’A kami bersama Aparat Penegak Hukum , kata warga di Desa Cempa.

Reforter :Soldin